Pemkab Barito Utara Gelar Salat Istisqa di Halaman Kantor Bupati, Doakan Hujan Turun dan Keselamatan Petugas Karhutla

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 01 September 2026 | 12:17:31 WIB
Ribuan warga dan jajaran Forkopimda Barito Utara mengikuti salat Istisqa di halaman Kantor Bupati, Senin (31/8).

MUARA TEWEH — Di tengah teriknya cuaca yang menyengat, ribuan warga dan jajaran muspida Barito Utara berdiri khusyuk di halaman Kantor Bupati. Mereka menunaikan salat minta hujan, berharap Allah SWT segera mengirimkan berkah air ke bumi yang mulai kering. Kehadiran Bupati H Shalahuddin bersama Forkopimda dan tokoh agama menandai betapa seriusnya persoalan karhutla yang tengah dihadapi daerah ini.

Seusai salat, rangkaian doa panjang dipanjatkan. Bukan hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga keselamatan bagi para pejuang di garis depan. Mereka adalah petugas pemadam yang siang malam berupaya menjinakkan api di lahan gambut dan hutan.

Doa untuk Keselamatan Petugas Lapangan

Permohonan khusus bagi para petugas pemadam menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam ibadah kali ini. Para jemaah bersama pimpinan daerah menitipkan harapan agar mereka yang tengah bertugas diberikan kekuatan lahir dan batin. Perlindungan dari Tuhan dinilai krusial mengingat tingginya risiko yang dihadapi di lapangan.

Bahaya karhutla memang nyata. Asap tebal yang menyelimuti wilayah bisa mengganggu kesehatan, sementara api yang membara di lahan gambut kerap sulit dipadamkan dan bisa menjebak petugas. Karena itu, doa bersama ini menjadi penguat mental sekaligus spiritual bagi mereka yang berjuang.

DPRD: Bukan Sekadar Meminta Hujan

Langkah Pemkab ini mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Bina Husada, menilai kegiatan ini sarat makna. Menurutnya, doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk mengakhiri kekeringan, tetapi juga menjadi suntikan moral yang besar bagi petugas di lapangan.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Barito Utara yang memfokuskan kegiatan ini pada doa memohon hujan, sekaligus menyelipkan doa khusus bagi keselamatan para petugas pemadam yang rela mempertaruhkan nyawa di lapangan," ujar Bina Husada saat dimintai tanggapannya, Senin (31/8).

Politisi ini menambahkan bahwa medan penanggulangan karhutla yang berat menuntut keseimbangan antara kerja keras dan kekuatan doa. "Perlindungan bagi para petugas adalah prioritas utama agar mereka dapat menuntaskan misi kemanusiaan tanpa hambatan berarti," tegasnya.

Harapan Hujan Segera Turun

Bina Husada berharap momentum religius ini mampu menggetarkan langit. Ia optimistis hujan lebat yang membawa kesuburan akan segera menyirami wilayah Barito Utara, memadamkan api yang masih menyala.

"Semoga doa yang kita panjatkan bersama segera diijabah oleh Allah SWT. Harapannya, kemarau ini lekas berlalu, para petugas pemadam senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta wilayah kita kembali subur dan aman dari Karhutla," pungkasnya.

Salat Istisqa ini menjadi pengingat bahwa upaya mengatasi bencana tak hanya mengandalkan peralatan dan strategi di lapangan. Kekuatan doa dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk melewati masa sulit ini.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kaltengonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top