KALIMANTAN TENGAH — Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai uji coba penghapusan batas minimum harga saham berjalan cukup baik. Meski demikian, pihaknya masih perlu melakukan pendekatan lanjutan kepada sejumlah anggota bursa (AB) yang belum ikut serta dalam tahap pengujian.
"Secara umum cukup berhasil. Ada sekitar 8 Anggota Bursa yang belum berpartisipasi. Itu akan kami follow up dalam uji coba berikutnya," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Selain uji coba teknis, BEI juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas kesiapan infrastruktur dan mekanisme perdagangan. Bursa akan meminta laporan hasil uji coba dan FGD dari para AB sebelum memutuskan tanggal implementasi resmi.
Rencana ini berawal dari keinginan BEI untuk menghapus batas minimum harga saham menjadi Rp 1. Saat ini, harga saham paling rendah yang bisa diperdagangkan di BEI adalah Rp 50 per saham atau dikenal sebagai saham gocap.
Jeffrey menegaskan implementasi penuh kebijakan ini bergantung pada kesiapan seluruh AB. "Kita akan sesuaikan dengan kesiapan dari seluruh Anggota Bursa, karena kita akan memastikan seluruh Anggota Bursa siap sebelum kita melakukan live," terangnya.