Bulog Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Sarawak Butuh 200 Ribu Ton per Tahun

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:39:01 WIB
Bulog melakukan ekspor perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

KALIMANTAN TENGAH — Pengiriman perdana beras premium asal Indonesia ke Malaysia ini bukan sekadar transaksi dagang biasa. Bagi Bulog, ini adalah upaya promosi besar-besaran untuk memperkenalkan kualitas beras nasional di pasar Asia Tenggara, khususnya di wilayah Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat.

Mengapa Sarawak Jadi Target Utama?

Sarawak merupakan salah satu wilayah di Malaysia yang memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan beras dari luar. Dengan kebutuhan mencapai sekitar 200 ribu ton per tahun, wilayah ini menjadi pasar potensial yang selama ini belum tergarap maksimal oleh eksportir Indonesia.

General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, menyampaikan bahwa pengiriman 1.000 ton pertama ini merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan pasar.

"Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khususnya dan Malaysia pada umumnya," ujar Jumaat.

Simbol Kedekatan Lewat Perbatasan Entikong

Pemilihan jalur pengiriman pun tidak sembarangan. Rute perdagangan akan melewati pos lintas batas Entikong di Kalimantan Barat, yang dipilih sebagai simbol kedekatan geografis antara Indonesia dan Malaysia.

"Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama," katanya.

Pengiriman ini juga bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menjadikannya sebagai simbol penguatan hubungan dua bangsa serumpun.

Lebih dari Sekadar Bisnis

Jumaat menekankan bahwa kerja sama dagang ini memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar urusan komersial. Ada semangat mempererat tali silaturahmi antara dua negara yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah panjang.

"Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi," bebernya.

Bagi Indonesia, ekspor ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras domestik. Keberhasilan menembus pasar Malaysia membuktikan bahwa beras premium Indonesia mampu bersaing di kancah internasional, sekaligus membuka peluang peningkatan volume ekspor di masa mendatang.

Dengan total kebutuhan impor Malaysia yang mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton per tahun, peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperbesar pangsa pasar masih sangat terbuka lebar.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top