8 Koreografer Tampil di CKCM 2026 Palangka Raya, Tema Lintasan Sungai Jadi Filosofi Gerak Tari

Penulis: Surya Dinata  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 14:54:31 WIB
Delapan koreografer menampilkan karya tari bertema "Lintasan Sungai" dalam festival Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026 di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Tengah berubah menjadi ruang ekspresi para penari dan koreografer dalam festival Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026. Sebanyak delapan karya koreografi dipentaskan dalam dua hari, dengan empat pertunjukan setiap malam.

Filosofi Sungai yang Diterjemahkan ke Gerak Tari

Tema "Lintasan" yang diusung tahun ini merupakan kelanjutan dari tema tahun sebelumnya, "Lepas Landas". Menurut Direktur CKCM 2026, Abib Habib Igal, konsep ini lahir dari filosofi sungai yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Kalimantan.

"Aliran sungai menggambarkan perjalanan tubuh, kehidupan sosial, ekologi, hingga kebudayaan yang terus bergerak dan berkembang," ujar Abib.

Para koreografer menerjemahkan perjalanan dari hulu, hilir, hingga muara sungai ke dalam gerakan yang sarat makna. Proses kreatif itu tidak instan — mereka melalui workshop, pendampingan, hingga mentoring sebelum tampil di panggung.

Kolaborasi Lintas Komunitas dan Program Nasional

Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Kalteng, Wilda D. Binti, mewakili Kepala Dinas mengatakan CKCM menjadi ruang penting bagi lahirnya karya-karya baru yang merepresentasikan kekayaan seni dan budaya daerah.

"CKCM bukan hanya pertunjukan tari, tetapi juga ruang lahirnya karya-karya baru yang merepresentasikan kekayaan seni dan budaya Kalimantan Tengah. Kami ingin masyarakat dapat menikmati sekaligus mengapresiasi kreativitas para seniman daerah," kata Wilda.

Festival ini terselenggara berkat kolaborasi UPT Taman Budaya Kalteng bersama Eagle Performance, 15 komunitas tari di Kota Palangka Raya, Yayasan Seni Tari Indonesia, dan Sasi Kirana. CKCM 2026 juga berkolaborasi dengan program Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Indonesia melalui MTS Lab yang melibatkan 10 peserta dari delapan provinsi untuk mengikuti residensi dan pertukaran pengalaman seni tari.

Harapan untuk Regenerasi Seniman dan Publikasi Budaya

Abib berharap CKCM dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah regenerasi seniman sekaligus ruang promosi budaya Kalimantan Tengah. Ia juga mengajak media untuk terus mendukung publikasi berbagai kegiatan seni budaya.

"Kami berharap media terus menjadi mitra dalam memperkenalkan seni dan budaya Kalimantan Tengah. Dengan dukungan semua pihak, ekosistem seni di daerah ini akan semakin hidup dan mampu menarik minat generasi muda untuk ikut berkarya," tutupnya.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: seputarborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top