SAMPIT — Warga Kota Sampit kembali dihadapkan pada pekatnya kabut asap yang mulai terasa sejak Minggu pagi. Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, jarak pandang vertikal tercatat hanya 800 meter pada pukul 07.00 WIB. Suhu udara berada di angka 21,9 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen, sementara angin dalam kondisi tenang.
"Kabut asap cukup pekat. Sampit berasa di atas awan," ujar Maulina, salah seorang warga yang merasakan langsung peningkatan ketebalan asap dalam beberapa hari terakhir.
Meningkatnya kabut asap sejalan dengan masih aktifnya titik panas di wilayah Kotawaringin Timur. Hingga Minggu pagi, BMKG mencatat tujuh hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di empat kecamatan.
Analisis parameter cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar hingga 20 Juli 2026. Kondisi ini diperkuat oleh prakiraan cuaca yang menyebut tidak ada potensi pertumbuhan awan hujan dalam periode 19 Juli pukul 07.00 WIB hingga keesokan harinya.
Dengan kondisi cuaca yang kering, minimnya potensi hujan, dan masih adanya titik panas, kabut asap diperkirakan bakal bertambah jika kebakaran lahan terus berlanjut. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
BMKG meminta pengendara di Sampit untuk lebih berhati-hati karena jarak pandang yang menurun drastis. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.