KALIMANTAN TENGAH — Penurunan harga BBM nonsubsidi ini dikonfirmasi langsung oleh Mendagri usai rapat koordinasi di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/07/2026). Tito menyebut kebijakan ini sebagai angin segar di tengah tekanan inflasi yang didorong oleh sektor transportasi dan pangan.
"BBM kan jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi," ujar Tito dalam pernyataannya.
Dari data yang dirilis, penurunan paling dramatis terjadi pada lini bahan bakar diesel dan bensin oktan tinggi. Pertamina Dex misalnya, turun 15 persen dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter. Sementara Dexlite yang sebelumnya Rp23.000 per liter kini dibanderol Rp19.700 per liter, atau turun 14 persen.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Artinya, tidak ada perubahan untuk segmen yang paling banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (mtm) Juni 2026 naik 0,44 persen dibanding Mei 2026. Kenaikan ini terutama dipicu oleh tarif angkutan udara yang melonjak akibat tingginya permintaan saat libur sekolah. Selain itu, komoditas pangan seperti bawang putih, minyak goreng, dan beras juga ikut menyumbang tekanan harga.
Meski begitu, Tito menilai inflasi Indonesia masih relatif terkendali. "Jadi tadi saya sudah menyampaikan beberapa hal. Yang intinya adalah inflasi kita di angka 3,34 relatif terkendali di bawah target nasional 3,5 persen maksimal," paparnya.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan penurunan harga BBM. Tito mengungkapkan bahwa arahan telah diberikan kepada daerah-daerah dengan inflasi tinggi, terutama di Indonesia timur dan Aceh, untuk menambah suplai barang. Masalah distribusi akibat gelombang laut juga akan diatasi dengan penggunaan kapal yang lebih besar.
Untuk komoditas bawang putih dan minyak goreng, penanganan menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Sementara untuk beras, pemerintah menyiapkan langkah percepatan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional.
"Bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens," lanjut Tito. "Dari Kementerian Pertanian juga sudah menyampaikan, Bulog, dan maupun Badan Pangan Nasional. Tetapi nanti prosesnya sebentar lagi oleh Bapak Menko langsung," ucap dia.
Rakor yang digelar Senin (13/07/2026) sore itu menjadi dasar koordinasi lanjutan untuk memastikan tekanan inflasi tidak meluas ke sektor-sektor lain. Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, pemerintah berharap biaya logistik dan transportasi bisa sedikit teredam, sehingga harga barang kebutuhan pokok tidak ikut meroket.