KALIMANTAN TENGAH — PT Xpeng Indonesia memamerkan crossover listrik terbarunya, Xpeng GX, di sebuah acara tertutup di Jakarta, Selasa (15/4). Model ini langsung menyedot perhatian berkat rekor penjualan fenomenalnya di China: 24.000 unit terjual dalam waktu 24 jam sejak peluncuran perdana.
Secara visual, Xpeng GX mengusung bahasa desain khas pabrikan asal Guangzhou itu. Garis bodi tajam, lampu LED tipis memanjang, dan grille tertutup khas mobil listrik membuatnya tampak siap bersaing dengan Tesla Model Y. Angka 24.000 unit sehari bukan sekadar gimmick—angka itu setara dengan total penjualan tahunan beberapa merek mobil di Indonesia.
Pencapaian tersebut menjadikan Xpeng GX sebagai salah satu model dengan laju penjualan tercepat di segmen crossover listrik global. Di China, mobil ini dibanderol mulai 200.000 yuan atau sekitar Rp 440 juta.
Kendala utama yang menghadang kehadiran Xpeng GX di Indonesia adalah belum adanya versi setir kanan. Pasar mobil penumpang Indonesia mewajibkan setir di kanan, sementara Xpeng GX saat ini baru diproduksi untuk pasar domestik China dan beberapa negara setir kiri.
"Kami sangat antusias dengan respons pasar terhadap Xpeng GX. Untuk Indonesia, kami masih mengevaluasi permintaan pasar dan kemungkinan produksi versi setir kanan," ujar perwakilan PT Xpeng Indonesia dalam sesi diskusi di sela-sela pameran.
Jika akhirnya resmi masuk, Xpeng GX akan langsung bertarung dengan Wuling Binguo EV, BYD Atto 3, dan tentu saja Tesla Model Y yang sudah lebih dulu mengaspal di Indonesia. Namun, dengan harga yang kompetitif di negara asalnya, Xpeng punya modal besar untuk merebut hati konsumen Tanah Air.
Saat ini, Xpeng Indonesia masih fokus pada pengenalan merek dan membangun jaringan diler. Belum ada jadwal pasti kapan Xpeng GX versi setir kanan akan diproduksi, apalagi dikirim ke Indonesia.