Fenomena krisis RAM global mulai berdampak langsung ke kantong konsumen. Alih-alih memproduksi chip memori untuk ponsel, pabrikan kini memprioritaskan pasokan untuk server AI. Akibatnya, harga ponsel anyar melonjak. Galaxy S26 Plus, misalnya, dibanderol 100 dolar AS lebih mahal dari pendahulunya saat rilis.
Samsung Galaxy S25 Plus kerap disebut sebagai anak tengah di keluarga S series. Ia tidak seekstrem Galaxy S25 Ultra dengan kamera 200 MP, tapi juga bukan model dasar. Namun, ponsel ini tetap menjadi pilihan solid di 2026, apalagi dengan banderol yang turun drastis.
Dalam gelaran Prime Day yang berlangsung 23-26 Juni, Galaxy S25 Plus dijual dengan potongan harga 34 persen. Dari harga rilis 999 dolar AS, konsumen kini bisa membawanya pulang seharga 664 dolar AS. Diskon ini disebut sebagai yang terendah sejak ponsel tersebut pertama kali meluncur.
Dapur pacu Galaxy S25 Plus mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite, dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Kombinasi ini dinilai sebagai titik manis bagi mayoritas pengguna. Layar QHD+ dan baterai besar yang tahan seharian menjadi nilai tambah, meski sistem kameranya tidak seekstrem seri Ultra.
Di sektor fotografi, ponsel ini dibekali tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 MP dan kamera telefoto 3x. Samsung juga menyediakan opsi warna Navy yang disebut sebagai favorit para pengulas.
Salah satu keunggulan utama Galaxy S25 Plus adalah kebijakan pembaruan perangkat lunak dari Samsung. Ponsel ini masih akan menerima upgrade sistem operasi dan patch keamanan selama bertahun-tahun ke depan. Lebih penting lagi, ia sudah kebagian fitur-fitur terbaru One UI 8.5 yang juga hadir di Galaxy S26 Plus.
Fitur AI anyar seperti alat pengeditan foto canggih, peningkatan kamera, dan Bixby yang ditenagai AI tersedia di ponsel ini. Artinya, pengguna tidak perlu membeli model terbaru untuk menikmati kecanggihan AI agen yang tengah digembar-gemborkan Samsung.
Bagi yang tetap menginginkan yang terbaru, Galaxy S26 Plus juga tengah didiskon. Ponsel yang rilis setengah tahun lalu dengan harga 1.099 dolar AS itu kini bisa didapatkan mulai 759 dolar AS. Meski lebih murah dari harga awal, selisihnya masih cukup jauh dibandingkan penawaran untuk S25 Plus.
Keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan dan anggaran. Namun, dengan harga hampir setengahnya, Galaxy S25 Plus membuktikan diri sebagai pilihan rasional di tengah krisis RAM yang membuat ponsel baru semakin mahal.