SAMPIT — Dinkes Kotim memastikan 37 formasi yang dibuka mencakup dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga ahli laboratorium. Rekrutmen ini menyasar puskesmas di kecamatan yang sulit dijangkau, seperti Parenggean, Tualan Hulu, dan Telaga Antang.
Kepala Dinkes Kotim, dr. Umar Kholid, mengatakan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata selama ini menjadi kendala utama pelayanan di daerah terpencil. “Kami prioritaskan tenaga yang punya kompetensi dan kesiapan bertugas di lokasi dengan akses terbatas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/2/2025).
Pendaftaran dibuka secara online melalui portal resmi Dinkes Kotim mulai 12 hingga 26 Februari 2025. Pelamar wajib memiliki ijazah D3 atau S1 sesuai bidang, surat tanda registrasi (STR) yang masih berlaku, dan bersedia ditempatkan di puskesmas pelosok minimal dua tahun.
Dinkes Kotim menyediakan 12 formasi untuk perawat, 10 formasi bidan, 8 formasi dokter umum, dan 7 formasi tenaga laboratorium. Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti uji kompetensi dan wawancara pada Maret 2025.
Data Dinkes Kotim menunjukkan dari 24 puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan, enam di antaranya hanya memiliki satu dokter umum. Kondisi ini memaksa warga di Desa Tumbang Samba dan sekitarnya menempuh perjalanan hingga tiga jam untuk mendapatkan layanan dokter.
“Kami berharap dengan tambahan tenaga baru, rasio dokter per 1.000 penduduk di Kotim bisa naik dari 0,3 menjadi 0,5 dalam setahun,” tambah Umar.
Tenaga kesehatan yang bertugas di daerah pelosok akan mendapatkan tunjangan daerah terpencil sebesar Rp 5 juta per bulan di luar gaji pokok. Selain itu, Dinkes Kotim menyediakan rumah dinas dan kendaraan operasional untuk mobilitas ke posyandu di desa-desa binaan.
Program ini merupakan bagian dari rencana strategis Pemkab Kotim untuk memperkuat layanan kesehatan primer hingga ke tingkat kampung. Tahun depan, Dinkes menargetkan rekrutmen tambahan untuk tenaga gizi dan farmasi.
Pendaftar yang dinyatakan lolos akan mulai bertugas pada April 2025 setelah mengikuti masa orientasi selama dua pekan di RSUD dr. Murjani Sampit.