SERUYAN — Aksi pencurian dua tabung gas di kawasan Cafe Lago, Jalan Raya Pematang Panjang Km 7, Kecamatan Seruyan Hilir, berakhir antiklimaks. Pelaku yang berhasil diamankan warga justru memilih jalur damai ketimbang berurusan dengan aparat kepolisian.
Peristiwa terjadi pada Rabu (3/6) siang. Sejumlah warga yang melintas di sekitar Cafe Lago mencurigai gerak-gerik seorang pria yang tengah mondar-mandir di area parkir. Kecurigaan itu memuncak saat pria tersebut terlihat membawa dua tabung gas menuju semak-semak di pinggir jalan.
Warga yang berhasil mengendus aksi mencurigakan itu langsung melakukan pengejaran. Pelaku yang panik tak sempat melarikan diri dan akhirnya berhasil dikepung oleh massa di lokasi kejadian.
Alih-alih langsung diserahkan ke polsek terdekat, warga setempat justru menggelar musyawarah dadakan. Pihak pemilik Cafe Lago yang diwakili pengelola memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah. Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf di hadapan warga.
Kesepakatan damai tercapai setelah pelaku bersedia mengganti kerugian atas dua tabung gas yang nyaris digondol. "Kami sudah bicarakan baik-baik. Yang penting ada itikad baik dari pelaku. Namanya juga manusia, bisa khilaf. Tapi tetap harus ada efek jera," ujar salah satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.
Setelah kesepakatan damai ditandatangani, pelaku dipersilakan pulang. Warga sekitar memastikan tidak ada laporan yang dilayangkan ke Polsek Seruyan Hilir terkait insiden ini. Pihak Cafe Lago pun menyatakan ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai pelajaran bersama.
Praktik penyelesaian secara kekeluargaan seperti ini kerap terjadi di wilayah pedesaan dan pinggiran Kalimantan Tengah. Warga lebih mengedepankan musyawarah dan restitusi ketimbang jalur hukum yang dianggap berbelit dan memakan waktu.