KALIMANTAN TENGAH — Yamaha tidak tinggal diam melihat Honda Scoopy menguasai segmen skutik bergaya retro di Indonesia. Pabrikan berlambang garpu tala itu dikabarkan tengah mengembangkan motor baru yang dirancang khusus untuk menyasar pangsa pasar yang sama, dengan banderol harga yang agresif.
Motor baru ini diprediksi mengusung konsep desain yang menyerupai Vespa, namun dibalut fitur-fitur modern. Harga yang dibidik pun sangat kompetitif, yakni di bawah Rp15 juta. Jika terealisasi, langkah ini bisa langsung mengguncang posisi Scoopy yang selama ini nyaman di puncak penjualan skutik retro Tanah Air.
Yamaha juga dikabarkan tengah menyempurnakan sistem adaptive cruise control (ACC) generasi terbarunya. Teknologi ini tidak hanya mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan secara otomatis, tetapi juga mampu meniru teknik berkendara manual. Sistem ini dapat melakukan downshift atau menurunkan gigi secara otomatis saat kecepatan berkurang, membantu proses pengereman agar lebih stabil dan responsif.
Di luar persaingan skutik, teknologi hidrogen menjadi medan pertempuran baru bagi dua raksasa otomotif. Kawasaki dan Toyota mengambil pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen. Kawasaki fokus pada motor konsep yang tetap mempertahankan sensasi mesin pembakaran internal namun menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Sementara itu, Toyota terus mengeksplorasi efisiensi sistem sel bahan bakar (fuel cell) untuk mobilitas yang lebih luas dan ramah lingkungan.
Hidrogen dinilai sebagai kandidat kuat pengganti baterai karena menawarkan emisi nol tanpa waktu pengisian daya yang lama. Perbedaan visi antara kedua pabrikan ini menandai dimulainya babak baru dalam pencarian solusi kendaraan masa depan yang benar-benar bersih.
Di luar isu teknologi, nama Wakil Menteri Silmy Karim menjadi pusat perhatian publik. Laporan mengenai isi garasi mewahnya yang bernilai miliaran rupiah mencuat ke permukaan. Koleksi tersebut mencakup berbagai mobil klasik hobi dengan total estimasi mencapai Rp8,4 miliar. Selain itu, publik juga menyoroti deretan mobil super premium senilai Rp6 miliar milik Wamen Imipas tersebut. Kabar ini muncul di tengah bergulirnya pengusutan kasus hukum yang ditangani oleh pihak berwenang.
Pasar otomotif global mulai menunjukkan gejala jenuh terhadap permintaan mobil listrik berbasis baterai yang melambat. Fenomena ini memaksa sejumlah produsen untuk memutar otak dan mengubah strategi produksi mereka. Kia, misalnya, mengambil langkah taktis dengan memutuskan untuk memproduksi mobil hybrid di fasilitas milik Hyundai. Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap minat konsumen yang kembali melirik teknologi hybrid sebagai opsi transisi energi yang lebih praktis saat ini.