Pemkab Kotawaringin Barat Raih Nilai Hampir Sempurna 95 Poin dalam Opini WTP, Tertinggi se-Kalteng

Penulis: Surya Dinata  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53:01 WIB
Pemkab Kotawaringin Barat raih skor 95 poin dalam opini WTP, tertinggi se-Kalimantan Tengah.

PANGKALAN BUN — Kabupaten Kotawaringin Barat berhasil menyabet nilai tertinggi dalam penganugerahan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Skor yang diraih mencapai sekitar 95 poin, nyaris sempurna, dan menjadi yang terbaik di antara seluruh pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah.

Skor 95 Poin: Bukti Tata Kelola Keuangan yang Ketat

Capaian ini bukan sekadar predikat WTP, melainkan pengakuan atas konsistensi dan disiplin pengelolaan anggaran. Nilai 95 poin menempatkan Kobar di posisi paling atas, mengungguli daerah lain yang juga meraih opini serupa. Pencapaian ini menjadi tolok ukur keberhasilan sistem pengawasan internal dan komitmen kepala daerah dalam menjaga akuntabilitas fiskal.

Mengapa Opini WTP dan Skor Ini Penting?

Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan level tertinggi dalam penilaian laporan keuangan. Artinya, penyajian laporan keuangan Pemkab Kobar telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan tidak ditemukan salah saji material. Skor 95 poin yang mendekati sempurna menunjukkan tingkat kepatuhan yang sangat tinggi terhadap regulasi keuangan negara.

Dampak Langsung bagi Pelayanan Publik dan Pembangunan

Prestasi ini berdampak langsung pada kepercayaan investor dan pemerintah pusat. Daerah dengan opini WTP dan skor tinggi memiliki kredibilitas lebih baik dalam mengelola dana transfer dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini membuka peluang lebih besar bagi Kobar untuk mendapatkan alokasi dana pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dari pemerintah pusat.

Langkah Selanjutnya: Mempertahankan Standar dan Meningkatkan Kualitas

Meski meraih nilai tertinggi, tantangan ke depan adalah mempertahankan konsistensi. Pemkab Kobar diharapkan terus memperkuat sistem pengendalian intern, meningkatkan kompetensi aparatur pengelola keuangan, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pelaporan. Capaian ini bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk menuju tata kelola yang semakin transparan dan bebas dari korupsi.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top