SAMPIT — Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengungkapkan, dari 80 kasus yang ditangani, pihaknya berhasil mengamankan 78 tersangka. Angka ini menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dari bulan Januari sampai dengan Mei, dari 80 kasus yang kita tangani, kita berhasil mengamankan sebanyak 78 tersangka. Karena dalam satu kegiatan pencurian bisa jadi lebih dari satu tersangka,” kata Resky di Sampit, Sabtu.
Polres Kotim mencatat, sebagian besar perkara pencurian dengan pemberatan (curat) yang ditangani berkaitan dengan pencurian TBS kelapa sawit di kawasan perkebunan. Dari 47 laporan polisi yang masuk, polisi berhasil mengamankan 63 tersangka.
“Dari catatan kami ada 47 laporan polisi dengan 63 tersangka. Banyaknya tersangka dibanding jumlah laporan terjadi karena dalam satu peristiwa pidana bisa lebih dari satu tersangka,” jelasnya.
Berdasarkan data Polda Kalimantan Tengah, Kotim masih menjadi wilayah dengan kasus curat tertinggi di provinsi tersebut. Penanganan kasus pencurian hasil perkebunan menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan stabilitas keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Polres Kotim mencatat sebanyak 17 laporan selama Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sembilan tersangka berhasil diamankan melalui pengungkapan di wilayah hukum Polsek Ketapang dan Polsek Baamang.
“Bulan kemarin kami berhasil mengungkap curanmor yang ada di daerah Polsek Ketapang dan Polsek Baamang sehingga ini cukup signifikan menurunkan angka kejahatan curanmor,” sebut Resky.
Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 24 kasus. Secara keseluruhan, tren kejahatan di Kotim menunjukkan penurunan sekitar 30 persen dari 102 kasus pada Januari-Mei 2025 menjadi 80 kasus pada periode yang sama tahun ini.
Resky melanjutkan, Polres Kotim terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang memiliki satuan pengamanan internal guna memperkuat upaya pencegahan. Patroli rutin dilakukan di sejumlah titik rawan, terutama kawasan perkebunan yang berpotensi menjadi sasaran tindak pidana.
“Sejauh ini situasi kamtibmas kondusif dan terkendali. Kegiatan pencurian di perkebunan memang menjadi atensi bersama, sehingga kami terus melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik tertentu untuk mencegah terjadinya tindak pidana,” demikian Resky.