Gubernur Kalteng Pimpin Upacara HUT ke-69, Soroti Efisiensi Anggaran dan Ancaman Karhutla

Penulis: Puguh Triyono  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 12:41:34 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin upacara peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah digelar di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (23/5/2026). Gubernur Agustiar Sabran bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan pidato yang menyoroti sejumlah prioritas pembangunan daerah.

Efisiensi Bukan Berarti Pembangunan Berhenti

Di tengah tekanan fiskal, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah provinsi memilih langkah efisiensi anggaran tanpa mengorbankan semangat pembangunan. Ia menjelaskan bahwa implementasi program baru membutuhkan waktu penyesuaian hingga satu tahun tiga bulan karena siklus APBD yang sedang berjalan.

"Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat, dengan fokus pada program yang menjadi prioritas, tepat sasaran, dan berdampak langsung," ujar Gubernur dalam pidatonya.

Sebagai langkah strategis, kemandirian daerah akan terus diperkuat melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur menekankan bahwa daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Generasi Muda Diminta Tak Merasa Tertinggal

Agustiar memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kalteng. Ia meminta mereka untuk terus berpikir besar dan tidak merasa kalah hanya karena berasal dari daerah.

"Dunia hari ini hanya akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki ide, karakter, dan kemauan untuk terus belajar," tegasnya.

Gubernur mendorong anak muda untuk menguasai teknologi, memperkuat integritas, dan menjaga akar budaya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan juga oleh kualitas sumber daya manusianya.

Waspada Karhutla dan Dorong Ketahanan Pangan dari Pekarangan

Mengingat Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, Gubernur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta agar tidak ada pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama menjelang musim kemarau.

"Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan bencana besar. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan," pesannya.

Selain itu, Agustiar juga mengajak warga memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Menanam cabai, sayuran, dan buah-buahan dinilai bisa menjadi langkah awal membangun kemandirian dari tingkat rumah tangga.

"Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan yang luas, tetapi dapat dimulai dari halaman rumah dan langkah kecil yang dilakukan bersama," tuturnya.

Penghargaan dan Bantuan untuk Desa

Rangkaian peringatan HUT ke-69 juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan. Gubernur menerima Piagam Penetapan Menteri Hukum RI atas Festival Budaya Isen Mulang dan Wisata Sungai Hitam Sebangau sebagai kawasan berbasis kekayaan intelektual.

Secara simbolis, Agustiar juga menyerahkan Surat Keputusan Karya Satya, Penghargaan Desa Anti Korupsi, bantuan sarana prasarana desa Program Kampung Iklim (ProKlim), serta bantuan 500 ekor sapi kurban untuk masyarakat.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai-nilai Huma Betang, yakni persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. "Mari kita terus bekerja, terus berbenah, dan terus optimis. Karena setiap orang ada masanya. Dan ketika masa kita tiba, tugas kita adalah meninggalkan warisan yang lebih baik bagi generasi setelah kita," pungkasnya.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kalteng.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top