SAMPIT — Kebakaran lahan yang menjalar ke permukiman warga di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, menghanguskan dua bangunan. Api pertama kali membakar bagian dapur salah satu rumah berbahan kayu dan menjalar ke plafon bangunan tersebut. Bangunan lain di sekitar lokasi turut terdampak setelah api menyebar dari lahan yang terbakar di belakang permukiman.
Saat kejadian, pemilik salah satu rumah sedang tidak berada di tempat. Rumah tersebut dihuni empat orang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Petugas Damkarmat Kotim tiba di lokasi hanya dua menit setelah menerima laporan. Pemadaman langsung dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di kompleks perumahan tersebut. Penanganan melibatkan satu unit mobil pemadam dan satu mobil tangki.
Suplai air tambahan datang dari mobil tangki PT Wilmar dan PT Suka Jadi Sawit Mekar serta Tim Posko Tanggap Darurat Karhutla. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 10.20 WIB, lalu petugas memulai proses pendinginan pada pukul 11.00 WIB.
Informasi dari warga menyebut sumber api diduga berasal dari lahan di belakang permukiman. Rumah yang terbakar merupakan bangunan nonpermanen dengan material utama kayu, sehingga api cepat merambat ke bagian plafon. Kondisi itu membuat petugas harus bergerak cepat sebelum kobaran menyentuh bangunan lain di sekitarnya.
Penyiraman juga dilakukan pada lahan di sekitar rumah untuk mencegah api kembali menjalar. Petugas memastikan area sekitar telah dibasahi guna mengurangi risiko penjalaran ulang.
Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menunjukkan kebakaran lahan yang berada dekat permukiman dapat dengan cepat mengancam bangunan warga, terutama rumah dengan material kayu. Warga di kawasan Mentawa Baru Ketapang dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap titik api di lahan sekitar tempat tinggal.