Haul ke-5 Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam di Muara Teweh, Legislator Barut: Momentum Teladani Perjuangan Ulama

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Senin, 14 September 2026 | 09:16:32 WIB
Anggota DPRD Barito Utara Nurul Anwar menghadiri Haul ke-5 Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam di Mushalla Qurratul Ain, Pondok Pesantren Yasin Nongo, Muara Teweh, Sabtu (12/9).

MUARA TEWEH — Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Nurul Anwar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Haul ke-5 Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam, atau yang juga dikenal sebagai Abu Ali Al-Banjari An Nadwi Al-Maliki Rahimahullahu Ta'ala. Kegiatan itu digelar di Mushalla Qurratul Ain, Pondok Pesantren Yasin Nongo, Muara Teweh, Sabtu (12/9).

Nurul menilai haul bukan hanya ajang mengenang sosok ulama yang telah wafat. Ia melihatnya sebagai ruang bagi masyarakat untuk kembali merenungkan jasa, ilmu, dan akhlak yang diwariskan almarhum.

Perjuangan Abuya Lewat Yayasan dan Pesantren Yasin

Menurut Nurul, kontribusi Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam di bidang pendidikan dan dakwah tersalur melalui Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin serta Pondok Pesantren Yasin. Dua lembaga itu dinilainya sebagai bukti nyata perjuangan almarhum yang masih berdiri hingga kini.

Ia menegaskan warisan seorang ulama tidak berhenti pada bangunan atau lembaga pendidikan. Ilmu, akhlak, keteladanan, dan nilai perjuangan dinilainya sebagai warisan yang lebih hakiki.

"Warisan seorang ulama bukan hanya berupa bangunan atau lembaga pendidikan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan dan nilai-nilai perjuangan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai tersebut," kata Nurul.

Generasi Muda Diminta Dekat dengan Majelis Ilmu

Nurul berharap keluarga besar Pondok Pesantren Yasin dan para penerus Abuya terus mengembangkan pendidikan keagamaan. Targetnya, lahir generasi yang menguasai ilmu pengetahuan sekaligus memiliki iman dan akhlak mulia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih akrab dengan para ulama dan majelis ilmu. Perkembangan teknologi, menurutnya, perlu diimbangi penguatan nilai agama dan moral.

"Generasi muda harus memiliki ilmu dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan zaman, tetapi tetap harus memiliki landasan agama dan akhlak yang kuat. Keteladanan para ulama seperti Abuya Syekh Ahmad Fahmi Zamzam sangat penting untuk dijadikan contoh," ungkapnya.

Haul sebagai Penjaga Silaturahmi dan Tradisi Keilmuan

Nurul memberi apresiasi kepada keluarga besar Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin dan Pondok Pesantren Yasin yang konsisten menggelar haul setiap tahun. Baginya, tradisi itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus cara merawat silaturahmi dan tradisi keilmuan.

Ia berharap majelis haul membawa keberkahan bagi seluruh jamaah. Kegiatan semacam itu juga dinilainya sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan kecintaan masyarakat terhadap ilmu agama.

"Semoga seluruh amal ibadah dan perjuangan almarhum diterima Allah SWT sebagai amal jariyah. Mudah-mudahan keluarga dan para penerus beliau diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dalam membina umat dan mencetak generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat dan daerah," ucapnya.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top