Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar pemeriksaan status gizi dan edukasi pencegahan stunting yang menyasar ibu hamil serta balita di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 warga yang antusias berkonsultasi langsung mengenai pemenuhan gizi keluarga.
GUNUNG MAS — Puluhan warga Kelurahan Tampang Tumbang Anjir mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digelar mahasiswa UPR. Program bertajuk "Edukasi Pencegahan Stunting dan Pemeriksaan Status Gizi" ini dirancang untuk menekan angka gangguan pertumbuhan pada anak sejak masa kehamilan.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran sekitar 50 ibu hamil dan orang tua balita yang mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pendataan, penimbangan, pengukuran tinggi badan, hingga sesi edukasi kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, para ibu hamil menerima Tablet Tambah Darah (TTD) untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama masa kehamilan. Sementara itu, balita mendapatkan dukungan asupan gizi berupa susu SGM, Taburia, dan vitamin Biolysin yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan Vitamin A dan obat cacing sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN UPR menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai faktor risiko stunting, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian makanan bergizi untuk balita, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi materi yang disampaikan kepada warga. Langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan kehamilan rutin, konsumsi TTD, pemberian ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang di posyandu disebut sebagai kunci pencegahan gangguan pertumbuhan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN UPR, Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc., menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
"Pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama dan dimulai sejak masa kehamilan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga ikut membantu proses pendataan, pengukuran, serta pemberian intervensi yang mendukung kesehatan dan status gizi ibu hamil dan balita," ujar Zimon.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para ibu tampak aktif bertanya dan berkonsultasi mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi bagi buah hati mereka. Bagi mahasiswa, momen ini menjadi pengalaman langsung untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.
Program ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa KKN UPR berharap kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan berkelanjutan dimulai dari lingkungan keluarga.