Disdagrin Barito Utara Kenalkan Metrologi Legal ke Pelajar SMPN 2 Muara Teweh, DPRD: Tanamkan Kejujuran Sejak Dini

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:16:02 WIB
Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, memberikan apresiasi kepada Disdagrin atas sosialisasi metrologi legal di SMPN 2 Muara Teweh.

MUARA TEWEH — Sosialisasi metrologi legal yang digelar Disdagrin Barito Utara di SMPN 2 Muara Teweh mendapat apresiasi dari DPRD setempat. Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, menilai kegiatan ini bukan sekadar pengenalan alat ukur, melainkan sarana strategis membangun karakter generasi muda.

Menurut Patih, pemahaman tentang ketepatan alat ukur di sektor perdagangan berkaitan erat dengan perlindungan konsumen dan keadilan transaksi. Jika nilai ini tertanam sejak dini, para pelajar akan tumbuh menjadi pelaku usaha atau konsumen yang menjunjung tinggi kejujuran.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi kemetrologian yang dilakukan Disdagrin Barito Utara. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya ketepatan alat ukur dalam perdagangan," ujar Patih Herman AB.

Membangun Budaya Jujur dari Bangku Sekolah

Patih menegaskan bahwa edukasi metrologi legal memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. Anak-anak yang kini duduk di bangku SMP akan menjadi bagian dari dunia usaha dan masyarakat luas di masa depan.

"Anak-anak ini nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat dan dunia usaha. Kalau sejak dini sudah memahami pentingnya kejujuran dalam pengukuran dan perdagangan, tentu akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat ke depan," katanya.

Dorong Perluasan Sosialisasi ke Sekolah Lain

Politisi tersebut berharap kegiatan serupa tidak berhenti di SMPN 2 Muara Teweh saja. Ia mendorong Disdagrin Barito Utara untuk memperluas jangkauan sosialisasi secara bertahap ke sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut.

"Edukasi seperti ini jangan berhenti di satu sekolah saja. Kalau memungkinkan, sosialisasi dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami metrologi legal," ungkapnya.

Patih juga mengajak para siswa yang telah mengikuti kegiatan untuk menjadi agen informasi di lingkungan keluarganya masing-masing. Dengan begitu, manfaat sosialisasi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

"Kita berharap para siswa menjadi penyambung informasi di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan begitu, budaya jujur dalam pengukuran dan perdagangan dapat tumbuh sejak dini," pungkasnya.

Menuju Daerah Tertib Ukur di Barito Utara

Sosialisasi ini dinilai menjadi salah satu upaya mendukung terwujudnya daerah tertib ukur di Barito Utara. Pemahaman masyarakat tentang hak konsumen diharapkan meningkat, sehingga transaksi jual beli berjalan lebih adil dan transparan.

Selama ini, pengetahuan mengenai metrologi legal sering kali hanya dimiliki oleh pelaku usaha. Padahal, konsumen juga perlu memahami aspek ini agar kritis terhadap takaran atau ukuran barang yang mereka terima.

Dengan edukasi yang menyasar generasi muda, pemahaman tentang pentingnya alat ukur bersertifikat dan tera ulang diharapkan tumbuh lebih merata. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan melindungi hak-hak konsumen.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kaltengsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top