PALANGKA RAYA — Perempuan di Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi menopang ekonomi keluarga melalui usaha rumahan, UMKM, dan sektor produktif lainnya. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menegaskan bahwa potensi ini perlu didukung dengan kebijakan yang tepat, bukan hanya sekadar dorongan moral.
"Agar perempuan memiliki kemampuan yang besar untuk berkontribusi melalui berbagai kegiatan produktif, baik dalam usaha rumahan, UMKM maupun bidang ekonomi lainnya," kata Sudarsono, Selasa (18/8).
Menurut Sudarsono, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama. Perempuan perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan mampu bersaing.
“Untuk menilai peningkatan keterampilan menjadi salah satu hal penting yang perlu diberikan kepada perempuan agar mampu mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar,” sambungnya.
Ia menambahkan, akses terhadap informasi, permodalan, dan teknologi juga menjadi faktor krusial. Tanpa kemudahan tersebut, mustahil bagi pelaku usaha rumahan untuk naik kelas.
Di tengah perkembangan zaman, Sudarsono menyoroti peran teknologi sebagai katalisator. Platform digital dinilai mampu memangkas hambatan geografis dan modal besar yang selama ini menjadi kendala pelaku UMKM perempuan.
“Kita melihat perkembangan teknologi memberikan peluang lebih luas bagi perempuan untuk memasarkan produk dan menjalankan usaha tanpa harus memiliki ruang usaha yang besar,” terangnya.
Dengan begitu, seorang ibu di rumah bisa memasarkan kue atau kerajinan tangannya langsung ke konsumen melalui media sosial atau marketplace tanpa harus menyewa kios.
Sudarsono mengingatkan agar program pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan seremonial belaka. Ia mendorong adanya pendampingan berkelanjutan agar dampaknya nyata terhadap pendapatan rumah tangga.
“Kita berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk mengembangkan potensi ekonomi,” tandasnya.
Menurutnya, perempuan yang memiliki kegiatan produktif tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang. Hal ini sejalan dengan upaya menekan angka kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat akar rumput.