KALIMANTAN TENGAH — Guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7 yang berpusat di kedalaman laut dekat Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terasa hingga ke Pulau Rajuni, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah mengaku merasakan getaran sangat kuat hingga membuat mereka panik dan langsung berlarian menyelamatkan diri.
Salah seorang warga Pulau Rajuni, Hj Indo, mengatakan getaran terasa sekitar pukul 06.04 Wita atau beberapa menit setelah gempa utama terjadi. Ia mengaku sedang duduk mengaji di lantai atas rumahnya saat guncangan tiba-tiba terasa sangat kencang.
"Terasa tadi kuat jam 06.04, saya lagi mengaji terasa kuat sekali di atas rumah, saya lari turun," ujarnya kepada detikSulsel, Sabtu (15/8/2026).
Hj Indo menambahkan, ia sempat mengira hanya dirinya yang merasakan getaran tersebut. Namun setelah turun dan mengecek tetangga, seluruh warga di sekitarnya juga merasakan guncangan yang sama kuatnya.
BMKG mencatat gempa berlokasi di 8.33 Lintang Selatan dan 121.32 Bujur Timur. Berdasarkan data awal, episentrum berada di laut dan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di wilayah pesisir terdekat.
Peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG untuk sejumlah wilayah di NTT meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende Bagian Utara, Sikka Bagian Utara, Pulau Ende, Pulau Sikka, hingga Flores. Wilayah NTB yang masuk daftar peringatan meliputi Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima Bagian Utara, dan Dompu.
Untuk Sulawesi Selatan, peringatan dini mencakup Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bone, Wajo, Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, hingga Kota Palopo. Sementara di Sulawesi Tenggara, peringatan berlaku untuk wilayah Kota Baubau.
Menyusul keluarnya peringatan dini tersebut, warga di wilayah pesisir yang masuk daftar imbauan diharapkan segera menjauh dari garis pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi. Guncangan gempa susulan masih berpotensi terjadi dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap informasi resmi dari BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa baik di lokasi episentrum maupun di wilayah terdampak seperti Selayar. Pihak berwenang setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.