KALIMANTAN TENGAH — Persaingan di segmen laptop terjangkau kembali memanas. Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon C, chip khusus untuk laptop kelas bawah yang disebut-sebut mampu memberikan daya tahan baterai lebih baik ketimbang prosesor Intel N250 yang banyak dipakai perangkat sejenis.
Klaim ini bukan tanpa dasar. Qualcomm menyebut Snapdragon C memiliki efisiensi daya hingga dua kali lipat lebih baik dalam sejumlah skenario penggunaan umum seperti browsing dan menulis dokumen.
Laptop murah biasanya identik dengan kompromi pada daya tahan baterai. Banyak perangkat di kelas harga Rp 4-6 jutaan hanya mampu bertahan 4-6 jam pemakaian, jauh di bawah laptop premium.
Jika klaim Qualcomm terbukti, Snapdragon C bisa mengubah ekspektasi pengguna terhadap laptop terjangkau. Baterai yang lebih awet berarti pengguna tidak perlu repot mencari colokan listrik saat bekerja di luar ruangan.
Arsitektur ARM yang digunakan Snapdragon C memang dikenal lebih hemat energi dibanding arsitektur x86 milik Intel. Keunggulan inilah yang coba dieksploitasi Qualcomm untuk menembus pasar yang selama ini didominasi Intel dan AMD.
Intel N250 selama ini menjadi pilihan utama produsen laptop entry-level karena harga prosesornya yang murah dan kompatibilitas software yang luas. Kehadiran Snapdragon C memberikan alternatif baru bagi vendor seperti Acer, Asus, atau Lenovo.
Namun, Qualcomm masih menghadapi tantangan besar berupa kompatibilitas aplikasi. Banyak software Windows yang dirancang untuk arsitektur x86 dan berjalan lambat di atas chip ARM tanpa emulasi.
Meski begitu, Qualcomm terus memperbaiki lapisan emulasinya lewat kerja sama dengan Microsoft. Pengalaman pengguna pada chip Snapdragon X Elite yang lebih premium bisa menjadi gambaran arah pengembangan Snapdragon C ke depan.
Qualcomm belum mengumumkan jadwal rilis resmi maupun daftar produsen yang akan memakai Snapdragon C. Namun, produk ini ditargetkan untuk laptop dengan harga sekitar 300 dolar AS atau setara Rp 4,9 juta.
Segmen harga ini sangat penting bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki permintaan tinggi terhadap laptop murah untuk kebutuhan pendidikan dan pekerjaan kantoran.
Jika realisasi produknya sesuai klaim, Snapdragon C berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan mobilitas tanpa harus merogoh kocek dalam untuk membeli laptop kelas menengah.