KALIMANTAN TENGAH — Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) membuka penyelidikan terhadap proses legalitas armada robotaxi otonom Tesla, Cybercab. Pemeriksaan menyasar data teknis dan dasar klaim bahwa sekitar 1.000 unit kendaraan tersebut telah lolos Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS).
Langkah ini menandai benturan langsung antara ambisi komersialisasi cepat Tesla dan kerangka regulasi kendaraan otonom yang belum diperbarui di Negeri Paman Sam.
Kenapa Audit Baru Dibuka Setelah Penumpang Berbayar Naik
Penyelidikan diluncurkan pada 3 September, berselang beberapa jam setelah Cybercab pertama melayani penumpang berbayar di Austin, Texas. Sebelumnya, Tesla hanya menjalankan uji coba terbatas untuk kalangan karyawan di jalan umum.
Begitu layanan komersial dibuka untuk publik, regulator langsung bergerak. Aturan federal mewajibkan setiap produsen menyertakan sertifikasi bahwa kendaraannya memenuhi FMVSS. Jika ada unit tersertifikasi yang diduga tidak memenuhi standar dasar, NHTSA berhak turun tangan.
Data negara bagian Texas mencatat Tesla memiliki 420 kendaraan otonom terdaftar, dengan 45 unit di antaranya merupakan Cybercab.
Cybercab Tak Punya Setir, Pedal, sampai Kaca Spion
Yang jadi sorotan utama NHTSA adalah absennya kontrol manual pada Cybercab. Kendaraan ini beroperasi tanpa roda kemudi, pedal rem, pedal gas, hingga kaca spion konvensional.
Secara hukum, kendaraan otonom sebenarnya tidak butuh persetujuan khusus NHTSA selama masih menyediakan kontrol manual bagi manusia. NHTSA sendiri sedang mewacanakan pembaruan aturan, termasuk draft penghapusan kewajiban pedal rem manual yang dirilis Juni lalu. Namun sampai aturan baru sah, regulasi lama tetap berlaku penuh.
"NHTSA mendukung penuh pengembangan dan penyebaran kendaraan otonom yang aman. Namun sebagai regulator federal, kami harus memastikan seluruh hukum dipatuhi," tegas Administrator NHTSA, Jonathan Morrison.
Sertifikasi Mandiri vs Dispensasi Khusus, Ini Bedanya
Tesla memilih jalur self-certification, di mana produsen mengklaim sendiri bahwa kendaraannya patuh regulasi. NHTSA kini mempertanyakan sejauh mana klaim itu berdasar pada asumsi sepihak bahwa standar tertentu "tidak berlaku" untuk kendaraan mereka.
Ada jalur kedua yang legal: mengajukan exemption petition atau dispensasi khusus. Jalur ini mengizinkan hingga 2.500 kendaraan otonom per produsen per tahun beroperasi tanpa kontrol manual. NHTSA pernah mengabulkan pengecualian ini untuk unit Zoox milik Amazon pada Juli lalu.
Tesla tidak menempuh jalur tersebut. Dengan sertifikasi mandiri, Tesla berupaya menghindari batasan kuota 2.500 unit per tahun demi mengejar skala produksi massal.
Zoox Sudah Kena, Berapa Lama Prosesnya
Pengalaman pesaing memberi gambaran risiko yang dihadapi Tesla. Zoox pernah mencoba sertifikasi mandiri pada 2022 dan berakhir di bawah penyelidikan ketat federal selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diizinkan beroperasi komersial.
- Tesla (Cybercab) — sertifikasi mandiri, status: sedang diinvestigasi NHTSA
- Zoox (Amazon) — dispensasi khusus, status: disetujui, maksimal 2.500 unit per tahun
- Wayve / Uber — mempertahankan kontrol manual konvensional, status: beroperasi komersial
Sementara Uber dan Wayve memilih ekspansi aman dengan mobil konvensional bersetir, Tesla mempertaruhkan strateginya pada kecepatan dan desain radikal tanpa kontrol manual.
Efek ke Investor dan Rencana Global Cybercab
Penyelidikan federal ini menimbulkan tanda tanya besar bagi investor. Regulator lokal dan pemerintah kota di AS kerap mengekor kebijakan pemerintah pusat di Washington.
Artinya, hambatan regulasi di Austin berpotensi merembet dan menunda jadwal peluncuran armada Cybercab di pasar global lainnya. Ambisi besar Elon Musk untuk mengoperasikan robotaxi dalam skala massal kini bergantung pada hasil audit yang baru saja dimulai.