KALIMANTAN TENGAH — Rasa sakit perut pada anak memang sering kali datang tiba-tiba dan membuat orang tua khawatir berlebihan. Di era informasi yang serba cepat, kekhawatiran itu kadang bertambah karena banyaknya berita atau konten viral tentang radang usus buntu yang menyerang anak-anak.
Padahal, tidak semua keluhan sakit perut berarti usus buntu. Bisa jadi itu hanya infeksi pencernaan ringan, masuk angin, atau diare. Lalu, bagaimana cara membedakannya dan apa yang boleh dilakukan sebagai pertolongan pertama di rumah?
Amankah Memberikan Paracetamol Saat Anak Sakit Perut?
Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K), memberikan obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol sebenarnya diperbolehkan sebagai langkah awal di rumah.
"Sebagai orang tua atau orang awam, obat nyeri yang sederhana seperti paracetamol boleh saja untuk kasus sakit perut. Jadi, kalau kasus sakit perut yang biasa, sebagai obat penanganan pertama di rumah, obat nyeri seperti paracetamol itu bisa digunakan," jelas dr. Himawan dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu.
Meski begitu, pemberian obat ini bukan tanpa syarat. Orang tua wajib memantau perkembangan gejala setelah obat diberikan. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah, jangan pernah menunda untuk mencari bantuan medis profesional.
Waspadai Tanda Bahaya yang Menyertai Gejala Usus Buntu
Kunci utama penanganan usus buntu adalah kecepatan. Ada beberapa "tanda bahaya" khas yang perlu ibu waspadai jika sakit perut anak mengarah pada radang usus buntu. Jika muncul gejala-gejala ini, segera bawa si kecil ke rumah sakit.
1. Nyeri yang Semakin Berat dan Berpusat di Satu Titik
Sakit perut karena usus buntu biasanya tidak mereda, malah bertambah hebat seiring waktu. Rasa sakitnya pun terlokalisir atau menetap di area perut kanan bawah, bukan menyebar ke seluruh perut.
2. Muntah yang Disertai Demam
Perhatikan jika anak mengalami muntah-muntah yang kemudian diikuti dengan naiknya suhu tubuh. Kombinasi muntah dan demam pada anak yang sedang sakit perut merupakan sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.
3. Perut Terasa Sangat Sensitif Saat Disentuh
Coba sentuh atau tekan perlahan perut anak. Jika ia menjerit kesakitan atau menangis hebat meski hanya disentuh pelan, ini bisa menjadi indikasi adanya peradangan serius di dalam rongga perutnya.
4. Nyeri Saat Bergerak atau Berjalan
Anak dengan gejala usus buntu biasanya akan menghindari gerakan. Jangankan berlari atau melompat, untuk berjalan beberapa langkah saja ia akan mengeluhkan sakit yang luar biasa. Kondisi ini menunjukkan peradangan sudah cukup parah.
"Nah, kasus-kasus yang seperti itu jangan ditunda untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi inti saya adalah, kalau ketemu tanda bahaya-bahaya yang tadi, perlu dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan," tegas dr. Himawan.