PALANGKA RAYA — Sebanyak 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah mengirimkan wakil terbaiknya dalam Kejuaraan Catur Kapolda Cup 2026. Turnamen ini menjadi puncak dari seleksi berjenjang yang sebelumnya digelar di tingkat kabupaten sejak awal tahun.
Personel Polri dan Warga Umum Bertanding di Satu Arena
Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menyebut peserta berasal dari dua kategori utama: internal kepolisian dan masyarakat umum. Semua peserta telah melalui proses seleksi ketat di daerah masing-masing sebelum berlaga di tingkat provinsi.
“Peserta berasal dari personel kepolisian dan masyarakat umum pencinta catur yang telah lolos seleksi kompetisi berjenjang dari tingkat kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Iwan dalam laporannya.
Gubernur: Catur Mengajarkan Strategi dan Pengambilan Keputusan di Bawah Tekanan
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menekankan bahwa catur bukan sekadar permainan papan. Menurutnya, olahraga ini sarat dengan nilai-nilai yang relevan dengan tugas kepolisian.
“Catur adalah olahraga pikiran yang mengajarkan kita tentang strategi, kesabaran, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat di bawah tekanan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Agustiar.
Pesan Gubernur: Kalah dan Menang Bagian dari Proses, Persaudaraan yang Utama
Gubernur berpesan agar para peserta menjadikan turnamen ini sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ia meminta seluruh pemain tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Tunjukkan kemampuan terbaik melalui strategi dan kecerdasan. Jadikan ajang ini untuk menguji kemampuan diri dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kalah dan menang adalah bagian dari proses, sementara jalinan persaudaraan adalah yang utama,” pesannya.
Kejuaraan Catur Kapolda Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan. Polda Kalteng menargetkan ajang ini menjadi agenda tahunan yang memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat di Kalimantan Tengah.