OMRON dan Kitabisa Donasikan 100 Nebulizer untuk Fasilitas Kesehatan Terdampak Karhutla, Palangka Raya Dapat 30 Unit

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:31:01 WIB
Nebulizer NE-C810 dari OMRON dan Kitabisa disalurkan untuk fasilitas kesehatan di wilayah terdampak karhutla.

PALANGKA RAYA — Donasi perangkat terapi pernapasan menyasar tiga kota lintas provinsi di Kalimantan. Selain Palangka Raya yang menerima 30 unit, Banjarbaru di Kalimantan Selatan mendapat jumlah serupa, sedangkan Pontianak di Kalimantan Barat menerima 40 unit nebulizer NE-C810.

Pembagian itu mempertimbangkan tingkat kebutuhan tiap wilayah, bukan sekadar pemerataan jumlah. Pusat distribusi menyebut daftar lokasi masih bisa bertambah mengikuti perkembangan kabut asap di lapangan.

Kasus ISPA Kalimantan Barat Tembus 165.747

Data Kementerian Kesehatan mencatat Kalimantan Barat menembus 165.747 kasus ISPA sepanjang 1 Januari hingga awal Agustus 2026. Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus, sementara Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus pada kurun 10–16 Agustus 2026.

Angka Kalimantan Tengah memang jauh lebih kecil dari dua provinsi tetangga. Namun rentang pencatatannya juga lebih pendek, hanya sepekan, sehingga perbandingan langsung antarprovinsi perlu hati-hati dibaca.

PM2,5 Jadi Ancaman Utama Serangan Asma

Kementerian Kesehatan menyatakan ancaman terbesar asap karhutla adalah paparan partikel halus mikroskopis PM2,5 dan polutan berbahaya. Partikel berukuran sangat kecil itu dapat menembus sistem pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Kelompok rentan menjadi perhatian utama: anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru. Bagi mereka, paparan asap tak sekadar membuat batuk, tetapi bisa memperberat gejala yang sudah ada.

Kenapa Nebulizer Jadi Pilihan Bantuan

Nebulizer bekerja mengubah obat cair menjadi aerosol berukuran sangat kecil yang dihirup lewat pernapasan. Alat ini jadi salah satu pilihan terapi inhalasi sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk menangani asma dan gangguan pernapasan lain.

Model NE-C810 merupakan compressor nebulizer yang bisa dipakai dengan masker atau corong mulut. Perangkat ini dilengkapi Virtual Valve Technology (V.V.T.) untuk mengurangi pemborosan obat selama terapi.

Bobotnya 190 gram, menghasilkan partikel aerosol rata-rata 4,4 µm (MMAD) dengan laju nebulisasi sekitar 0,35 ml per menit. Tingkat kebisingannya 53 dB, dirancang agar nyaman dipakai anak-anak maupun saat bepergian.

Dukungan untuk Fasyankes di Garis Depan

Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia, menyebut tantangan di tengah krisis kabut asap bukan hanya soal udara tercemar.

"Bagi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini dapat memperberat gejala dan meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan," ujarnya.

Watanabe menambahkan bahwa bantuan diarahkan agar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bisa memberi layanan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Andrew Deni Yonathan, Head of Brand Partnership Kitabisa, menegaskan kemitraan ini bukan sekadar menyalurkan bantuan.

"Bantuan 100 unit nebulizer ini merupakan wujud kehadiran bersama untuk saling menjaga dan meringankan beban warga yang berjuang di tengah krisis asap karhutla," katanya.

Distribusi Masih Terbuka untuk Wilayah Lain

OMRON mencatat lokasi distribusi produk masih bersifat sementara dan akan bertambah. Artinya, kota-kota lain di Kalimantan yang kondisi udaranya memburuk berpeluang masuk daftar penerima berikutnya.

Bagi warga Palangka Raya dan sekitarnya, keberadaan 30 unit nebulizer ini menambah kapasitas fasyankes dalam menangani pasien pernapasan. Pemanfaatannya kini bergantung pada pendistribusian ke puskesmas dan rumah sakit yang paling membutuhkan.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kaltengterkini.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top