SAMPIT — Kepala Dishub Kotim Raihansyah menyebut pembatasan akses Jalan Bengkirai dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan yang relatif sempit. Permukaan jalan masih berupa timbunan agregat dan melintasi kawasan permukiman padat aktivitas warga.
Penutupan permanen Jalan Tjilik Riwut di sekitar ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit menjadi pemicu kebijakan tersebut. Penutupan itu dijadwalkan mulai 20 Oktober 2026 untuk mendukung pengembangan bandara.
Apa Saja yang Disiapkan Dishub di Jalan Bengkirai
Dishub Kotim akan memasang rambu-rambu tambahan serta pembatas akses di sejumlah titik. Pembatas direncanakan dipasang dari arah Jalan Bengkirai, dengan opsi portal untuk menahan kendaraan berukuran lebih besar.
Penutupan akses juga disiapkan di persimpangan Jalan Lingkar Utara, tepat di jalur masuk dari arah Jalan Tjilik Riwut. Meski ditutup total, Dishub menyisakan ruang selebar 80 sentimeter agar sepeda motor tetap bisa melintas.
"Ini nanti ditutup total, tapi ada ruang 80 centimeter untuk kendaraan roda dua. Jadi, tidak untuk mobil," jelas Raihansyah, Sabtu (17/10/2026).
Alasan Warga Bangkirai Ikut Jadi Pertimbangan
Masukan warga Bangkirai menjadi salah satu dasar keputusan. Warga menyebut aktivitas kendaraan di jalan tersebut meningkat, sementara banyak anak setempat bermain di badan jalan.
Raihansyah menegaskan pembatasan bukan sekadar pengaturan arus lalu lintas. Tujuannya mengurangi risiko kecelakaan di jalan yang dipakai bersama oleh pengendara dan warga sekitar.
"Jalan itu khusus untuk jalur alternatif kendaraan roda dua saja. Kami juga memitigasi risikonya dengan menambah rambu-rambu di kawasan tersebut," ujarnya.
Jalan Jaksa Agung Soeprapto Jadi Jalur Pengganti
Jalan Jaksa Agung Soeprapto disiapkan sebagai jalur alternatif utama saat Jalan Tjilik Riwut ditutup permanen. Jalur itu dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, termasuk mobil dan truk.
Dishub mengimbau masyarakat memperhatikan rambu dan memilih jalur sesuai jenis kendaraan. Imbauan berlaku selama masa penutupan Jalan Tjilik Riwut dan pembatasan di Jalan Bengkirai berlangsung.
Bentuk pembatas di Jalan Bengkirai masih dimatangkan, termasuk opsi portal. Dishub belum merinci jadwal pemasangan seluruh rambu dan pembatas tersebut.