Kasus ISPA di Murung Raya Capai 700 Orang, Dinkes Sebut Kematian Anak 11 Tahun Bukan Murni ISPA

Penulis: Puguh Triyono  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:18:01 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya mencatat lebih dari 700 warga berobat dengan keluhan ISPA di tengah kabut asap karhutla.

Sebanyak 700 lebih warga Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, terdata mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap karhutla. Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, mengklarifikasi kematian seorang anak laki-laki 11 tahun di Puruk Cahu tidak sepenuhnya disebabkan ISPA, melainkan diperparah kelainan ginjal yang diderita sejak lama.

PURUK CAHU — Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya mencatat 700 lebih warga telah berobat ke fasilitas kesehatan dengan keluhan ISPA. Seluruh kasus yang terhimpun itu masih berstatus ringan dan dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan.

"Syukurnya, sampai saat ini masyarakat masih mengalami ISPA ringan yang dapat diobati dengan obat-obatan," kata Suwirman di Puruk Cahu, Senin.

Klarifikasi Penyebab Meninggalnya Anak 11 Tahun

Suwirman meluruskan kabar yang berkembang soal penyebab kematian seorang bocah laki-laki di Kota Puruk Cahu. Ia menegaskan, kondisi korban tidak semata-mata dipicu oleh infeksi saluran pernapasan yang tengah meluas akibat kabut asap.

"Anak laki-laki itu tidak meninggal sepenuhnya karena ISPA, tetapi juga ada penyakit yang sudah lama dideritanya, yakni kelainan pada ginjal," tegas Suwirman.

Seorang tetangga korban, Lulus, menyebut anak tersebut juga memiliki riwayat asma sejak usia dua tahun. Gejalanya makin parah setelah kota diselimuti kabut asap karhutla.

Rumah Oksigen dan Posko Kesehatan Disiagakan

Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah mengaktifkan posko penanganan kesehatan bagi warga terdampak karhutla. Posko yang menyatu dengan Posko Karhutla itu menyediakan obat-obatan, masker, hingga oksigen untuk pertolongan pertama.

"Jadi silahkan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pertolongan pertama bisa ke Posko Karhutla," ujar Suwirman. Ia menambahkan, tim kesehatan juga diturunkan untuk mendampingi petugas dan relawan yang beraktivitas di lapangan.

Dinkes Murung Raya turut mengoperasikan Rumah Oksigen yang berlokasi di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Murung Raya, tepat di depan RSUD Puruk Cahu. Fasilitas ini disiapkan sebagai layanan darurat bagi masyarakat, petugas, maupun relawan yang mengalami sesak napas.

"Tujuan disediakannya rumah oksigen ini adalah sebagai upaya pertolongan pertama jika ada masyarakat, petugas, atau relawan yang mengalami sesak nafas," tandas Suwirman.

Saksi: Kondisi Anak Memburuk Sejak Kota Diselimuti Kabut Asap

Lulus, warga Gang Arjuna yang menjadi tetangga korban, menuturkan kondisi anak tersebut mulai memburuk sejak Puruk Cahu diselimuti kabut asap. Puncaknya, korban dirujuk ke RSUD Puruk Cahu pada Jumat (28/8) lalu.

"Informasi dari orang tuanya rencana hari ini akan diberangkatkan ke rumah sakit di Banjarmasin, akan tetapi rencana itu batal karena sang anak meninggal tadi pagi. Menurut keluarganya juga anak itu mengalami asma sejak usia dua tahun dan makin parah sejak terjadinya kabut asap di Kota Puruk Cahu," demikian Lulus.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top