Bank Kalteng Salurkan 2.000 Masker dan Vitamin di Palangka Raya, 2.584 Warga Terpapar ISPA Imbas Kabut Asap

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:17:32 WIB
Petugas Bank Kalteng membagikan masker dan vitamin kepada warga yang melintas di sejumlah titik keramaian di Palangka Raya, Senin (31/8/2026).

Warga Palangka Raya yang terdampak kabut asap akibat karhutla kini mendapat bantuan 2.000 masker dan vitamin dari Bank Kalteng. Pembagian ini menyusul memburuknya kualitas udara dan melonjaknya kasus ISPA yang tembus 2.584 kasus hingga 27 Agustus 2026.

PALANGKA RAYA — Konsentrasi partikulat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tercatat menyentuh angka 590,4 µg/m³ pada Senin pukul 09.00 WIB. Di tengah kondisi udara yang tidak sehat tersebut, Bank Kalteng membagikan 2.000 masker dan vitamin kepada warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Sekretaris Perusahaan Bank Kalteng, Sriyanto, menyebut bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dampak karhutla yang melanda wilayah setempat. "Bantuan ini tentu sangat sederhana, belum banyak yang bisa kami salurkan, tetapi kami berharap dapat sedikit membantu masyarakat saat harus beraktivitas di tengah kabut asap," ujarnya di Palangka Raya, Senin.

Masker dibagikan secara langsung kepada pengguna jalan dan warga yang melintas di sejumlah titik keramaian. Adapun vitamin diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan asap yang berkepanjangan.

2.584 Kasus ISPA di Palangka Raya hingga 27 Agustus

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi latar belakang pembagian bantuan ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palangka Raya, jumlah kasus ISPA tercatat 2.584 kasus hingga 27 Agustus 2026.

Angka ini meningkat dibandingkan Juni yang hanya 1.849 kasus dan Juli sebanyak 2.293 kasus. Artinya, dalam dua bulan terakhir terjadi penambahan lebih dari 700 kasus baru akibat kualitas udara yang terus memburuk.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kondisi partikulat di Palangka Raya yang mencapai 590,4 µg/m³ berada jauh di atas ambang batas normal. Pada tingkat ini, paparan asap berisiko mengganggu pernapasan bagi semua orang, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit bawaan.

Sriyanto mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. "Kami mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menggunakan masker dengan benar, mencukupi kebutuhan air minum serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan," jelasnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Warga Terdampak?

Bank Kalteng menegaskan akan terus mengambil bagian dalam respons sosial penanganan dampak karhutla. Bantuan masker dan vitamin ini merupakan dukungan terhadap upaya pemerintah, petugas lapangan, dan tenaga kesehatan yang tengah menangani krisis kabut asap di Kalimantan Tengah.

Warga yang mengalami gejala ISPA seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top