Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Harga Naik ke Rp12 Jutaan

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:55:01 WIB
Samsung Galaxy S26 FE resmi diluncurkan dengan harga mulai Rp12,4 jutaan untuk varian 8/128GB.

KALIMANTAN TENGAH — Samsung akhirnya melengkapi jajaran flagship 2026 dengan menghadirkan Galaxy S26 FE, versi "Fan Edition" yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk ke ekosistem Galaxy S Series dengan harga lebih bersahabat. Namun kali ini, label "bersahabat" terasa mulai bergeser. Ponsel yang diumumkan secara global ini dibanderol mulai USD699 (sekitar Rp12,4 jutaan) untuk varian 8/128GB, melonjak cukup jauh dari harga peluncuran Galaxy S25 FE yang tahun lalu masih menyentuh angka Rp9,999 juta di Indonesia.

Desain Baru dengan Sentuhan Z Fold8

Secara visual, Galaxy S26 FE tampil lebih segar. Modul kamera belakangnya kini mengadopsi desain serupa kakak-kakaknya di seri Galaxy S26, dengan tiga lensa yang tersusun vertikal. Samsung juga menyertakan opsi warna Pistachio yang sebelumnya debut di Galaxy Z Fold8, melengkapi pilihan Graphite dan Blueberry.

Bingkai perangkat tetap menggunakan material metal dengan desain flat di sisi depan dan belakang. Sertifikasi IP68 masih dipertahankan, artinya ponsel ini tahan debu dan aman terendam air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.

Performa: Exynos 2500 dan Efisiensi 3nm

Dapur pacu menjadi sektor yang paling signifikan berubah. Galaxy S26 FE ditenagai chipset Exynos 2500, sistem-on-chip (SoC) yang juga dipakai di Galaxy Z Flip7. Prosesor ini dibangun dengan fabrikasi 3nm yang membuat konsumsi daya lebih hemat dibanding generasi sebelumnya, plus inti CPU yang lebih kencang untuk tugas berat.

RAM yang ditawarkan tetap 8GB dengan opsi penyimpanan internal hingga 512GB. Tidak ada perubahan pada kapasitas baterai yang masih 4900 mAh dengan dukungan fast charging 45W dan wireless charging 15W.

Fitur Software Andalan dari Seri Lipat

Sektor software justru mendapat suntikan fitur yang sebelumnya eksklusif di lini atas. Galaxy S26 FE menjalankan Android 16 dengan One UI 9 dan mendapatkan jaminan pembaruan sistem hingga 7 tahun.

Salah satu fitur unggulannya adalah perekaman video Super Steady dengan Horizontal Lock yang pertama kali debut di Galaxy S26 Series awal tahun ini. Ada juga My FanCam yang diturunkan dari seri foldable terbaru, serta Audio Eraser yang berfungsi menghapus noise tidak diinginkan dari video setelah proses perekaman selesai.

Kamera: Sensor Lama, Pemrosesan Baru

Bagi yang berharap ada peningkatan hardware kamera, perlu bersabar. Konfigurasi tiga sensor di bagian belakang masih sama persis dengan Galaxy S25 FE: kamera utama 50MP f/1.8 dengan OIS, ultra-wide 12MP f/2.2, dan telefoto 8MP f/2.4 dengan OIS dan 3x optical zoom. Kamera depannya juga masih 12MP f/2.2 dengan sudut pandang 85 derajat.

Meski sensor tidak berubah, Samsung mengklaim hasil jepretan bisa lebih baik berkat image signal processor (ISP) superior dari Exynos 2500 dan algoritma pemrosesan kamera yang diperbarui. Artinya, peningkatan kualitas foto lebih bertumpu pada komputasi, bukan hardware.

Layar dan Harga: Kompromi di Tengah Kenaikan Biaya

Layar Galaxy S26 FE masih mengusung panel 6,7 inci full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak 1900 nits. Angka ini cukup untuk penggunaan outdoor di bawah sinar matahari tropis.

Kenaikan harga yang cukup tajam ini sebenarnya bukan fenomena tunggal. Hampir semua produsen smartphone dan elektronik global menaikkan harga produk mereka akibat biaya komponen yang terus merangkak naik sepanjang 2026.

Galaxy S26 FE kini menempati posisi yang lebih sulit di pasar Indonesia. Di rentang harga Rp12 jutaan, ponsel ini bersaing ketat dengan flagship tahun lalu dari kompetitor yang mungkin menawarkan spesifikasi lebih agresif. Namun bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem Samsung dan menginginkan performa chipset 3nm plus fitur software terbaru tanpa harus membayar harga Galaxy S26 reguler, opsi ini tetap layak dipertimbangkan.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: gizmologi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top