Karhutla Kalteng: 1.871 Titik Panas Terpantau, Waterbombing Digencarkan di Kotim dan Palangka Raya

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:48:01 WIB
Petugas gabungan melakukan operasi waterbombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (26/8/2026).

PALANGKA RAYA — Ribuan titik panas masih terpantau di Kalimantan Tengah pada Rabu (26/8/2026), memaksa petugas gabungan mengerahkan operasi udara dan darat secara simultan. Data dari Posko Pengendalian Karhutla menunjukkan konsentrasi hotspot terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya, dengan tingkat risiko kebakaran masih berada pada kategori sangat tinggi.

Kondisi kekeringan ekstrem dan minimnya curah hujan diperkirakan berlangsung hingga 2 September 2026. Cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan meningkatkan potensi kebakaran meluas, khususnya di kawasan gambut, lahan kering, dan semak belukar.

Area Terbakar di Kotim Capai 8 Hektare, Waterbombing Dikerahkan

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, titik api ditemukan di sejumlah kecamatan. Di Baamang Hulu, beberapa titik api berasap terpantau dekat permukiman dengan estimasi area terbakar sekitar 5 hektare. Sementara itu, di Mentaya Hilir Selatan, luas kebakaran diperkirakan mencapai 8 hektare dan telah mendapat dukungan operasi udara berupa pickup water.

Operasi waterbombing tercatat masing-masing 25 kali di Babirah, Kotawaringin Timur, dan 37 kali di Hiu Putih, Palangka Raya. Operasi udara tersebut dilaksanakan PT Dominic Asasta Aviasi melalui Ops. PKY. Setelah penyiraman dari udara, sejumlah lokasi masih menyisakan asap dengan luas area terbakar sekitar 5 hektare.

Katingan dan Pulang Pisau: Api di Lahan Gambut Masih Menyala

Di Kabupaten Katingan, titik kebakaran terpantau di wilayah Kamipang dengan kondisi asap tebal dan estimasi area terbakar sekitar 5 hektare. Di Kabupaten Pulang Pisau, area terdampak karhutla di Tumbang Nusa diperkirakan mencapai 261,08 hektare. Api utama berhasil dipadamkan, namun masih terdapat titik asap di lapisan gambut yang sulit dijangkau dan memerlukan pemantauan lanjutan.

Sebaran hotspot juga terpantau di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Di wilayah Jabiren dan Kahayan Kuala, beberapa titik menunjukkan kondisi asap tipis hingga tebal. Sementara itu, di Dadahup dan Bentuk, Kabupaten Kapuas, ditemukan sejumlah hotspot dengan indikasi asap.

Asap Menyebar hingga Sarawak, Kualitas Udara Memburuk

Sebaran asap karhutla bergerak ke arah barat laut hingga utara dan berdampak hingga Sarawak, Malaysia. Kualitas udara di Palangka Raya sempat mencapai kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi, sementara jarak pandang di Buntok menyempit hingga sekitar 900 meter.

BMKG mengimbau masyarakat menghindari pembakaran lahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk. Posko PDB Karhutla Kalteng mencatat 798 hotspot per 26 Agustus 2026, dengan 688 titik atau 86,21 persen telah dipatroli melalui udara.

Petugas Gabungan Padamkan Api di Palangka Raya dan Seruyan

Penanganan di darat dilakukan secara terpadu melibatkan BPBD, Damkar, TNI/Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), perusahaan, dan relawan. Di Kota Palangka Raya, pemadaman dan pembasahan terus dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Cilik Riwut, Tingang, Banteng, Hiu Putih, dan Langkai Permai.

Daops Manggala Agni bersama unsur BKO, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, MPA, relawan, dan mahasiswa melaksanakan pemadaman pada lahan gambut, tanah mineral, Area Penggunaan Lain (APL), maupun kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK). Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, pakis, serasah, tunggul, akasia, dan galam. Di sejumlah lokasi masih ditemukan kepulan asap dan titik api pada lapisan gambut yang membutuhkan pemadaman serta pemantauan lanjutan.

Sementara itu, di Kabupaten Seruyan, fire spot di Paring Raya terpantau berasap dengan potensi meluas dan estimasi area terbakar sekitar 2 hektare. Adapun target fire spot di Seruyan Hilir dinyatakan clear. Hasil pemantauan di Pasir Panjang, Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, serta sejumlah wilayah Kabupaten Sukamara dan Lamandau menunjukkan kondisi relatif aman.

Berdasarkan rekapitulasi Januari–Agustus 2026, tercatat 606 titik api dengan luas lahan terbakar 246,5 hektare di Kalimantan Tengah.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: haikalteng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top