Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra Lepas 40 Mahasiswa KKN UIN Palangka Raya, Dorong Penempatan hingga Desa Terpencil

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:21:01 WIB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melepas 40 mahasiswa KKN UIN Palangka Raya di Gedung LPTQ Nanga Bulik, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, melepas 40 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya yang telah mengabdi selama 45 hari di Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan komitmennya untuk memperpanjang kerja sama ini dengan target penempatan yang menjangkau desa-desa lebih jauh.

NANGA BULIK — Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya resmi dilepas Pemerintah Kabupaten Lamandau usai menjalani pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama kurang lebih 45 hari. Pelepasan berlangsung di Gedung LPTQ Nanga Bulik, Jumat, dan dihadiri jajaran Forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa yang telah berkontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini dapat terus berlanjut.

"Semoga kerja sama ini dapat terus kita lanjutkan. Ke depan, mudah-mudahan jumlah mahasiswa yang datang ke Lamandau bisa lebih banyak dan penempatannya dapat menjangkau desa-desa yang lebih jauh," ujar Rizky.

Empat Desa Raih Penghargaan Kelompok KKN Terbaik

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamandau menyerahkan piagam penghargaan kepada kelompok KKN terbaik sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kontribusi nyata selama menjalankan program pengabdian. Desa Bina Bhakti dinobatkan sebagai kelompok terbaik pertama, disusul Desa Bunut di posisi kedua.

Desa Purwareja menempati peringkat ketiga, sementara Desa Mekar Mulya menyusul di peringkat keempat. Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

KKN Jadi Sarana Belajar Langsung Kondisi Sosial Desa

Rizky menilai kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi warga melalui berbagai program pengabdian. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai kondisi sosial dan kehidupan masyarakat di desa.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan. Dengan begitu, program pengabdian mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah.

Bupati berharap pengalaman selama melaksanakan KKN di Lamandau dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara UIN Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Lamandau.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top