Karhutla di Sampit Hanguskan Pondok Kayu Dua Lantai, MPA Keluhkan Alkon dan BBM Terbatas

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:04:31 WIB
Petugas memadamkan api yang menghanguskan pondok kayu dua lantai di Sampit, Kalimantan Tengah, pada Senin (tanggal).

SAMPIT — Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, tidak ada penghuni di dalam pondok saat kejadian, sehingga peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi ditaksir cukup besar lantaran seluruh konstruksi bangunan berbahan kayu dan hangus tak tersisa.

Lurah Mentawa Baru Hulu, Iwansyah, mengatakan saat kejadian dirinya bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah fokus memadamkan titik api lain di belakang Perumahan Borobudur. Informasi mengenai api yang merembet ke pondok warga baru diterima saat proses pendinginan di lokasi pertama masih berlangsung.

Bara di Lahan Gambut: Api Muncul Kembali Saat Cuaca Panas

Iwansyah menjelaskan, kawasan belakang Werra memang sudah beberapa kali terbakar dalam beberapa pekan terakhir. Meski sempat dipadamkan, api diduga muncul kembali dari bara yang masih tersimpan jauh di dalam lapisan gambut.

"Lahan gambut memang sulit dipastikan benar-benar padam. Bisa saja di permukaan sudah dingin, tetapi di bawah masih ada bara. Ketika cuaca panas dan ada angin, api bisa muncul lagi," ujarnya.

Tim gabungan bersama relawan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merambat ke bangunan lain maupun permukiman warga di sekitar lokasi.

Keterbatasan Armada dan BBM di Tengah Musim Kemarau

Di tengah upaya penanganan, MPA Mentawa Baru Hulu masih menghadapi kendala klasik: kekurangan armada, pasokan air, dan bahan bakar minyak (BBM). Saat ini mereka hanya mengandalkan dua unit alkon dan dua unit kendaraan Tosa. Ironisnya, satu unit Tosa tidak dapat dioperasikan karena tidak tersedia BBM.

Relawan terpaksa mengambil air secara mandiri dari parit menggunakan alkon sebelum dipindahkan ke tangki Tosa. "Kami masih bisa menangani api skala kecil dan pendinginan. Tapi kalau kebakaran besar, kami harus segera meminta bantuan BPBD," tegas Iwansyah.

Pada hari yang sama, petugas juga menangani titik api lain di belakang Perumahan Borobudur dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah warga. "Alhamdulillah setelah magrib api sudah bisa dikendalikan, meskipun masih ada sisa asap di lokasi," ucapnya.

Iwansyah berharap dukungan peralatan dan BBM bagi MPA dapat ditingkatkan agar penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan permukiman warga, bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top