KALIMANTAN TENGAH — Maraknya penawaran investasi dengan bunga tidak wajar mendorong BRI untuk mengeluarkan imbauan resmi. Bank pelat merah ini meminta calon investor memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan produk serta otoritas yang mengawasinya sebelum melakukan transfer dana.
Dhanny menyampaikan, peningkatan minat masyarakat terhadap investasi merupakan perkembangan positif. Namun, informasi yang utuh diperlukan agar keputusan investasi diambil secara bijak, bukan sekadar mengejar keuntungan instan.
"Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut," ujar Dhanny dalam keterangan resminya.
BRI menyoroti modus penyalahgunaan nama, logo, atau identitas perusahaan untuk meyakinkan korban. Hal ini tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan resmi antara pihak yang menawarkan investasi dengan institusi yang identitasnya dipakai.
Masyarakat diminta tidak terburu-buru melakukan transfer atau memberikan data pribadi serta informasi perbankan ketika menerima tawaran mencurigakan. Langkah verifikasi melalui kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait menjadi prioritas utama.
Apabila menemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan identitas BRI, masyarakat diminta menyimpan seluruh bukti komunikasi dan transaksi. Laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi BRI dan pihak berwenang.
Informasi produk dan layanan BRI dapat diakses melalui situs bri.co.id, media sosial resmi seperti Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID, serta Contact BRI 1500017. Masyarakat juga dapat menghubungi asisten virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017.
BRI mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak.