Karhutla di Kawasan KKOP Bandara Sampit Dapat Penanganan Ekstra, Wakil Bupati Turun ke Lokasi

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:05:01 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung lokasi karhutla di kawasan KKOP Bandara Haji Asan Sampit, Rabu (tanggal).

SAMPIT — Titik api muncul di sekitar Jalan Tjilik Riwut kilometer 6 arah Sampit-Palangka Raya, tepatnya di ujung landasan Bandara Haji Asan Sampit. Api mulai terlihat sekitar pukul 13.10 WIB dan cepat membesar karena lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dan semak belukar yang mengering selama musim kemarau.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengaku langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan adanya kebakaran cukup besar dengan minimnya armada pemadaman. Ia segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim untuk mengerahkan personel serta armada tambahan.

Ancaman terhadap Jadwal Penerbangan Super Air Jet

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena titik kebakaran berada di kawasan KKOP yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Terlebih, pada saat yang sama dijadwalkan kedatangan pesawat Super Air Jet ke Kota Sampit.

"Karena ini landasan KKOP dan sebentar lagi penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan mendarat di Kota Sampit," ujar Irawati.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menegaskan bahwa penanganan karhutla di kawasan KKOP memang membutuhkan upaya lebih dibandingkan lokasi lainnya. Aspek keselamatan penerbangan harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses pemadaman.

"Penanganan di kawasan KKOP memang agak ekstra karena bagaimana transportasi udara tetap bisa jalan seperti biasanya," kata Multazam.

Kolaborasi TNI-Polri dan Relawan dalam Pemadaman

Irawati mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran tersebut. Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim, personel tambahan dari Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, serta relawan bahu-membahu mengendalikan api yang sempat membesar.

Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan dan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain turut berada di lokasi untuk memantau proses pemadaman. Jajaran Korem 102/Pjg juga ikut memantau penanganan karhutla di lokasi tersebut.

Kabut asap yang cukup pekat sempat menyelimuti ruas jalan di sekitar lokasi dan mengganggu jarak pandang pengendara. Irawati bahkan ikut membantu pengamanan arus lalu lintas di lokasi kejadian.

"Kita lihat sendiri hari ini kerja sama yang sangat luar biasa sehingga pemadaman berjalan dengan lancar. Kita mendoakan tim Satgas Karhutla beserta TNI-Polri dan relawan selalu diberikan kesehatan," ucapnya.

Kendala di Titik Api Jalan Jaksa Agung

Selain di Jalan Tjilik Riwut kilometer 6, BPBD Kotim juga memberikan perhatian terhadap kebakaran di Jalan Jaksa Agung yang masih berada dalam kawasan KKOP. Jarak titik api dari pinggir jalan mencapai sekitar 500 hingga 550 meter sehingga menyulitkan pengerahan unit pemadaman.

"Untuk penanganan itu memang agak panjang, karena di dalamnya ada hutan-hutan sekunder atau pionir-pionir baru hutan, sehingga pergerakan pasukan darat memang kesulitan," ungkap Multazam.

Karakteristik lahan gambut yang cukup tebal menyebabkan api berpotensi menjalar di bawah permukaan. Proses pemadaman di lokasi ini membutuhkan suplai air dan waktu lebih panjang dibandingkan titik kebakaran lainnya.

Sebanyak 9 Titik Karhutla Ditangani Regu Gabungan

Berdasarkan laporan Cepat Pusdalops PB Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan Kotim hingga pukul 13.30 WIB, terdapat sembilan lokasi yang ditangani regu gabungan pada Rabu. Lokasi tersebut meliputi Jalan Jaksa Agung, Jalan WMP 31 Jalur 7, Jalan Lingkar Utara kawasan Perumahan Sultan Bintang, Jalan Tjilik Riwut kilometer 7, Jalan Ir. Soekarno di belakang Kementerian Agama, Jalan Jenderal Sudirman kilometer 3,5 hingga kilometer 2,5, serta Gang Melati.

Personel BPBD, Disdamkarmat, dan Yonif Teritorial Pembangunan dikerahkan dalam sejumlah regu dengan kekuatan sekitar sembilan hingga 12 orang per unit. Dukungan suplai air dilakukan secara bergantian oleh tim BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan unsur pemadam lainnya.

Untuk mempercepat penanganan, regu yang sebelumnya bersiaga di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 3,5 turut digeser menuju kilometer 2,5, termasuk kawasan sekitar Hotel Aquarius. Pola pengerahan tersebut dilakukan menyesuaikan perkembangan titik api dan kebutuhan di lapangan.

Multazam menambahkan bahwa skala karhutla di Kotim sepanjang tahun ini menunjukkan ancaman yang semakin serius. Berdasarkan data BPBD sejak Januari hingga 25 Agustus 2026, tercatat 493 kejadian dengan luas lahan terbakar yang terus bertambah.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top