Pencarian

Kepala BPBD Kotim Dilarikan ke IGD RSUD Murjani Sampit Usai Padamkan Karhutla, Tekanan Darah Capai 180/110

Selasa, 25 Agustus 2026 • 08:47:31 WIB
Kepala BPBD Kotim Dilarikan ke IGD RSUD Murjani Sampit Usai Padamkan Karhutla, Tekanan Darah Capai 180/110
Kepala Pelaksana BPBD Kotim dilarikan ke IGD RSUD Murjani Sampit setelah kolaps usai memadamkan karhutla, dengan tekanan darah mencapai 180/110.

SAMPIT — Padatnya jadwal pemadaman karhutla yang berlangsung dua malam berturut-turut membuat Kepala Pelaksana BPBD Kotim tumbang di lapangan. Ia bukan satu-satunya; setidaknya lima personel posko dan relawan kini jatuh sakit akibat kelelahan dan menghirup kabut asap pekat.

Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim, Rihel, menyatakan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh akumulasi aktivitas yang sangat berat. Sehari sebelumnya, sang kepala BPBD baru kembali dari Palangka Raya sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, lalu pada pukul 04.00 WIB ia sudah kembali turun ke lapangan untuk memadamkan api di Jalan Metro TV.

Dua Kali Masuk ke Titik Api, Langsung Kolaps Setelah Wawancara TV

Rihel menceritakan, kejadian bermula saat Kepala Pelaksana BPBD Kotim dua kali masuk ke lokasi kebakaran di Jalan Revolusi dan berhadapan langsung dengan asap tebal. Setelah sempat pulang untuk menjalani sesi wawancara daring dengan stasiun televisi nasional, ia tiba-tiba mengeluhkan sesak napas dan meminta stafnya segera membawanya ke rumah sakit.

"Beliau menghadapi angin dan asap. Mungkin asap itu masuk hidung, informasi dari personel lapangan, beliau sempat dua kali masuk, keluar, kemudian masuk lagi ke lokasi kebakaran," ujar Rihel di Sampit, Senin (24/8).

Informasi mengenai kondisi darurat ini diterima Rihel sekitar pukul 20.27 WIB. Ia langsung mendatangi RSUD dr Murjani untuk memastikan kondisi rekan kerjanya tersebut. Hingga berita ini diturunkan, sang kepala BPBD masih dapat berkomunikasi melalui pesan singkat, namun belum dapat menerima telepon karena kelelahan.

Personel Perempuan Tumbang Lebih Dulu Sebelum Sang Kepala

Menurut Rihel, insiden yang menimpa Kepala Pelaksana BPBD Kotim merupakan kasus kedua pada hari yang sama. Sebelumnya, seorang personel perempuan bernama Rini terlebih dahulu tumbang di lokasi yang sama.

"Selain beliau itu sebenarnya ada satu personel yang tumbang duluan, perempuan bernama Rini. Jadi beliau ini yang kedua," imbuhnya.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin Dipercepat untuk Jaga Kondisi Personel

Menyikapi tingginya intensitas penanganan karhutla, Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim berencana memperketat pengawasan kesehatan personel. Saat ini, pemeriksaan tekanan darah dan kondisi fisik dilakukan satu kali dalam sepekan oleh puskesmas di posko, namun permintaan untuk menambah frekuensinya menjadi dua kali seminggu tengah dievaluasi.

"Setiap Jumat sekali sementara ini. Tetapi ada permintaan kalau bisa dua kali seminggu. Nanti kami evaluasi, kalau tenaga puskesmas siap, kami minta dua kali," kata Rihel.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi menjadi keluhan dominan di antara personel. Seluruh petugas lapangan telah diingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi fisik dan rutin mengonsumsi vitamin yang telah disediakan.

"Lebih berhati-hati dalam melaksanakan pemadaman, karena yang utama itu keselamatan. Jaga juga kesehatannya," tutup Rihel.

Dalam penanganan karhutla, Rihel dan Kepala Pelaksana BPBD Kotim selama ini berbagi tugas membagi wilayah operasi. "Kalau dia ke Selatan, saya ke Utara. Kalau dia ke Utara, saya ke Selatan. Jadi kami berbagi tugas," jelasnya, menggambarkan betapa luasnya cakupan area yang harus dijangkau dengan sumber daya yang terbatas.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks