PALANGKA RAYA — Sebanyak 34 jawara MTQ KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi diberangkatkan untuk membawa nama daerah di ajang nasional. Mereka akan berlaga di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada 23–30 Agustus 2026.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dengan penyerahan Pataka secara simbolis kepada Kepala Biro Kesra Kalteng Rus'ansyah yang menjabat sebagai Wakil Ketua Kafilah.
Ajang bergengsi antar aparatur sipil negara (ASN) ini mengusung tema "ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh".
Kafilah Kalteng bukan peserta dadakan. Mereka adalah para juara pertama pada MTQ VIII KORPRI tingkat provinsi yang digelar di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Juni 2026 lalu.
Kontingen akan turun di 11 cabang perlombaan, masing-masing untuk kategori putra dan putri. Cabang tersebut meliputi tilawah, tartil, hafalan Al-Qur'an, dakwah, kaligrafi, azan, khutbah Jumat, doa, makalah ilmiah, hafalan hadis, serta cipta dan baca puisi Islam.
Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Edy Pratowo menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta. Pemerintah daerah mendoakan agar kafilah diberikan keselamatan, kelancaran, dan kesuksesan selama mengikuti kompetisi.
Edy mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Sulawesi Selatan. Menurutnya, MTQ KORPRI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga wadah memperkenalkan daerah dan mempererat silaturahmi antaranggota KORPRI dari seluruh Indonesia.
"Saya berharap Kafilah Kalimantan Tengah tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga membawa pengalaman, silaturahmi, dan semangat baru untuk terus meningkatkan kemampuan," ujar Edy dalam keterangan yang diterima redaksi.
Sekretaris Daerah Kalteng sekaligus Ketua DPP KORPRI Kalteng, Linae Victoria Aden, melaporkan kesiapan kontingen telah matang. Seluruh peserta merupakan peraih juara pertama di tingkat provinsi, sehingga diharapkan mampu bersaing dengan kontingen daerah lain.
Keberangkatan kafilah ini menjadi momentum bagi ASN Kalteng untuk menunjukkan kualitas keagamaan dan kemampuan intelektual di kancah nasional. Dukungan penuh dari pemerintah daerah diharapkan mampu membawa hasil terbaik bagi Provinsi Kalimantan Tengah.