5 Hotel Baru di Pesisir Mediterania yang Mengusung Desain Lokal dan Kerajinan Tangan

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:27:31 WIB
Petugas menunjukkan salah satu kamar di hotel butik Palazzo Doretti di Malta yang mengusung desain interior dengan keramik lukis tangan dan linen bersulam antik.

KALIMANTAN TENGAH — Musim panas Mediterania biasanya identik dengan vila putih berkilau dan garis arsitektur ramping yang bisa ditemukan di mana saja. Namun tahun ini, gelombang pembukaan hotel baru di Eropa Selatan mengambil arah berbeda: menghidupkan kembali warisan lokal dan keterampilan pengrajin sebagai kemewahan tertinggi. Sentuhan manusia—bukan sekadar desain—menjadi benang merah dari kelima properti anyar ini.

1. Palazzo Doretti, Malta: Istana Abad ke-18 dengan Sentuhan Keluarga

Hotel butik dengan 17 kamar ini adalah buah karya Christopher dan Suzanne Sharp, pendiri The Rug Company. Suzanne lahir di Malta; pasangan ini membeli palazzo bersejarah itu pada 2010 dan menghabiskan waktu bertahun-tahun menanam melati serta bugenvil di tamannya. Hasilnya, suasana hangat khas rumah pribadi, bukan sekadar hotel.

Interiornya mencerminkan posisi Malta sebagai persimpangan budaya Eropa. Keramik lukis tangan dari studio lokal Villa Bologna berpadu dengan meja marmer Sisilia dan lampu kaca Murano. Jangan lewatkan linen Malta bersulam antik yang dikoleksi dari pengrajin lokal dan rumah-rumah keluarga selama bertahun-tahun—kini menghiasi seluruh properti.

2. Pulau Pribadi Zannier di Côte d'Azur: Desa Nelayan Tanpa Mobil

Pada Mei lalu, Zannier menambah daftar hotel desainnya dengan membuka pulau pribadi seluas 17 hektar di sepanjang Côte d'Azur. Pulau ini dimiliki keluarga Ricard, produsen minuman Pastis legendaris. Suasana yang ditawarkan santai dan kental dengan tradisi Provence—jauh dari hingar-bingar Riviera.

Aksesnya unik: feri menghubungkan daratan dengan desa resor tanpa kendaraan ini. Rumah-rumah bekas nelayan dua lantai disulap menjadi vila oleh biro arsitektur Paris, Hardel Le Bihan Architectes, bersama Niez Studio Paysagistes. Aktivitas kerajinan untuk tamu diadakan tiga kali seminggu di gudang yang telah dialihfungsikan. Anda bisa belajar membuat spindle lavender wangi bersama maison parfum Franc 1884.

3. Luura di Paros, Yunani: Resor Dewasa dengan Kelas Keramik

Di pesisir barat Paros, brand perhotelan baru bernama Luura memulai debutnya dengan properti khusus dewasa yang seluruh kamarnya berupa suite. Konsepnya menekankan kerajinan berbasis lokasi serta koleksi seni lokal dan internasional. Luura juga berencana membuka properti berikutnya di Athena dan Paros.

Kamar-kamar bercat putih khas Yunani menjadi latar kelas keramik bergilir yang sedang diadakan. Saat ini, Maria Economides memimpin lokakarya di mana tamu bisa membuat karya sendiri untuk dibawa pulang. Toko di lokasi menjual keramik karya seniman Yunani dan internasional, termasuk Economides dan Zein Daouk dari Beirut.

4. Vestige Collection di Menorca: Finca Abad ke-18 dengan Sentuhan Kontemporer

Properti dengan 11 kamar ini adalah saudara dari Son Ermità, keduanya bagian dari Vestige Collection. Berlokasi di finca abad ke-18 yang dikelilingi hampir 2.000 hektar lahan hijau Balearic, hotel ini memadukan dinding batu merah dan kapur dengan instalasi bunga kering dari studio De Marés Studio. Patung dan furnitur antik milik keluarga Madera-Fernandez, pendiri properti, turut melengkapi ruang.

Furnitur khusus seperti pintu Spanyol abad ke-18 yang direstorasi dirancang in-house dan dibuat oleh pengrajin Menorca. Di restoran Mesura yang mengedepankan bahan nabati, perhatikan dinding instalasi berbentuk pohon ginkgo karya studio Sai Ceramics asal Spanyol.

5. Villa San Michele di Florence: Biara Abad ke-15 yang Direnovasi Total

Setelah renovasi selama 18 bulan, hotel dengan 39 kamar yang menempati bekas biara abad ke-15 di perbukitan Florence ini kembali dibuka pada April lalu. Luigi Fragola Architects dari Florence menonjolkan material dan tradisi Tuscany: kamar mandi menggunakan marmer cipollino hijau dari Carrara, sekitar 1,5 jam berkendara dari hotel. Meja kopi berwarna-warni dari atelier Bianco Bianchi menggunakan teknik scagliola, plester khas Tuscany abad ke-17.

Jangan lewatkan lukisan dinding pemandangan sekitar karya seniman Milan, Elena Carozzi, yang terletak di pintu masuk spa Villa San Michele by Guerlain.

Kelima hotel ini membuktikan bahwa liburan mewah tak melulu soal kemegahan visual. Investasi pada pelestarian bangunan dan pemberdayaan pengrajin lokal menjadi nilai tambah yang sulit ditiru—sekaligus cara terbaik untuk merasakan jiwa sebuah destinasi.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: cntraveler.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top