Kebiasaan Main HP Sambil Dicas Tingkatkan Risiko Overheating hingga Korsleting

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 14:06:31 WIB
Pengguna mengisi daya ponsel sambil mengoperasikan aplikasi berat di Kalimantan Tengah.

KALIMANTAN TENGAH — Pengguna smartphone di Indonesia kerap mengisi daya sambil tetap mengoperasikan perangkatnya, baik untuk sekadar membalas pesan maupun bermain game. Padahal, kebiasaan ini mengganggu keseimbangan arus listrik pada baterai dan berpotensi memperpendek usia pakai komponen perangkat secara permanen.

Mengapa Baterai Cepat Panas dan Rusak?

Proses pengisian daya dari adaptor secara alami menaikkan suhu baterai. Ketika pengisian dilakukan bersamaan dengan penggunaan intensif, suhu perangkat meningkat lebih cepat karena arus keluar lebih besar daripada arus masuk.

Kondisi panas berlebih ini memicu reaksi kimia di dalam sel baterai yang menghasilkan gas terperangkap. Akibatnya, baterai bisa menggelembung dan mengalami penurunan kapasitas meskipun indikator menunjukkan persentase penuh.

Penurunan Performa Saat Charging

GPU, prosesor, dan RAM dipaksa bekerja lebih keras ketika ponsel dipakai dalam kondisi mengisi daya. Sistem akan merespons lebih lambat saat membuka aplikasi atau menjalankan multitasking akibat penurunan kinerja sementara.

Gejala ini umum terjadi pada perangkat kelas menengah yang tidak memiliki sistem pendingin tambahan. Pengguna yang memaksakan bermain game berat sambil charging akan merasakan lag dan peningkatan suhu yang signifikan di area sekitar baterai.

Risiko Korsleting dan Kebakaran

Potensi paling fatal dari kebiasaan ini adalah korsleting arus pendek yang dapat membuat ponsel terbakar atau meledak saat digunakan. Risiko ini meningkat jika kabel charger sudah aus atau menggunakan adaptor yang tidak sesuai spesifikasi.

Peristiwa kebakaran akibat ponsel meledak saat dicharging memang jarang terjadi, namun dampaknya sangat merugikan. Faktor pemicu utamanya adalah kombinasi antara suhu tinggi, tekanan pada baterai, dan kualitas charger yang buruk.

Langkah Mengurangi Risiko saat Terpaksa Menggunakan HP Sambil Charging

Idealnya, pengguna menghindari pemakaian ponsel selama proses pengisian daya. Namun ada situasi darurat seperti perjalanan jauh yang memaksa perangkat tetap aktif sambil dicharging. Beberapa langkah berikut dapat meminimalkan risiko kecelakaan:

Gunakan earphone nirkabel atau bluetooth saat menerima panggilan telepon. Cara ini menjauhkan kepala dari perangkat sehingga meminimalkan dampak jika terjadi korsleting atau ledakan secara tiba-tiba.

Bawa power bank sebagai sumber daya cadangan. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mencolokkan charger ke stopkontak saat bepergian dan tetap bisa mengisi daya di tempat aman tanpa harus mengoperasikan ponsel.

Pastikan charger yang digunakan adalah produk original dari ponsel tersebut. Charger dengan kapasitas tidak sesuai dapat mengirim arus listrik berlebih dan memicu kerusakan baterai dalam jangka panjang.

Kesadaran akan risiko ini penting bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk bekerja atau bisnis sehari-hari. Kerusakan baterai memang tidak terjadi instan, tapi akumulasi kebiasaan buruk akan terlihat jelas setelah 6-12 bulan pemakaian.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top