Taman Kota Sampit Mengering di Musim Kemarau, Warga Soroti Minimnya Perawatan dan Penyiraman

Penulis: Surya Dinata  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:31:01 WIB
Rumput di Taman Kota Sampit terlihat mengering dan berubah kecokelatan akibat musim kemarau pada Kamis (13/8/2026).

SAMPIT — Pemandangan kontras terlihat di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat musim kemarau melanda. Hamparan rumput yang biasanya hijau kini berubah kecokelatan dan mengering, sementara dedaunan berguguran memenuhi sebagian area taman pada Kamis pagi (13/8/2026). Kondisi ini membuat ruang terbuka hijau yang berada di jantung kota tersebut tampak gersang dan jauh dari kata terawat.

Kekeringan ini bukan hanya soal estetika. Sejumlah warga yang datang untuk bersantai mengaku resah dengan kondisi taman yang semakin tidak nyaman dipandang. Mereka menilai, tanpa adanya penyiraman rutin saat cuaca panas, tanaman di taman kota tidak akan mampu bertahan.

Warga Pertanyakan Sistem Perawatan Saat Kemarau

Putri, salah seorang warga yang tengah bersantai di Taman Kota Sampit, menyayangkan minimnya perhatian terhadap perawatan tanaman di musim kemarau. Ia mempertanyakan apakah ada jadwal penyiraman atau pemeliharaan khusus yang dilakukan pengelola saat cuaca ekstrem seperti sekarang.

"Kalau musim kemarau seperti ini, apakah memang tidak ada penyiraman atau pemeliharaan untuk tanaman di taman kota?" ujarnya.

Menurut Putri, perawatan seperti penyiraman dan pembersihan daun yang berguguran seharusnya tetap dilakukan secara berkala. Ia juga menyoroti penumpukan sampah di beberapa titik yang memperparah kesan kumuh kawasan tersebut.

"Daunnya banyak berguguran, rumput kering. Ditambah sampah di beberapa tempat. Jadi kelihatan semakin gersang dan kurang terawat," katanya.

Ruang Terbuka Hijau Andalan Warga Mulai Kehilangan Fungsi

Taman Kota Sampit selama ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau andalan masyarakat. Selain dijadikan tempat bersantai, kawasan ini juga kerap digunakan warga untuk beraktivitas dan melepas penat di tengah hiruk pikuk kota.

Dengan kondisi yang semakin gersang, warga berharap pengelola segera mengambil langkah konkret. Perawatan rutin, terutama penyiraman tanaman dan pengangkutan sampah, dinilai penting untuk menjaga fungsi taman sebagai paru-paru kota dan ruang interaksi warga.

Musim kemarau yang melanda Kalimantan Tengah memang membuat berbagai jenis tanaman rentan mengering. Namun, keberadaan taman kota yang dikelola dengan baik seharusnya tetap mampu memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi pengunjungnya, terlepas dari kondisi cuaca yang sedang berlangsung.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: tintaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top