PALANGKA RAYA — Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menilai peringatan hari jadi kali ini harus menjadi refleksi bersama. Ia mendorong pemerintah kota tidak hanya mempertahankan capaian pembangunan, tetapi juga menyelesaikan persoalan yang masih membelit masyarakat.
"Momentum hari jadi ini harus menjadi refleksi bersama agar pembangunan tidak hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi juga mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat," kata Syaufwan, Kamis.
Salah satu sorotan utama Syaufwan adalah optimalisasi PAD melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi. Ia meminta pembaruan data wajib pajak segera dilakukan, termasuk evaluasi pengelolaan retribusi parkir yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.
Ia juga menyoroti masih tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) akibat penyerapan anggaran yang belum optimal. Menurutnya, perencanaan program harus disusun lebih matang sejak awal tahun agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.
"Perencanaan yang baik akan berdampak pada optimalnya pelaksanaan program dan penyerapan anggaran sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat," ujarnya.
Di sektor infrastruktur, Syaufwan meminta pemerintah kota meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan, termasuk pemenuhan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta dukungan operasional bagi Posyandu. Namun, ia menegaskan persoalan banjir dan pengelolaan sampah yang terintegrasi harus menjadi prioritas pembenahan.
Menurutnya, pembangunan yang telah berjalan harus terus dipertahankan, namun pemerintah juga perlu memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran.
Tidak kalah penting, Syaufwan menegaskan penanganan penyalahgunaan dan peredaran narkoba harus dilakukan secara terpadu. Langkah yang diperlukan mencakup penguatan pencegahan, penegakan hukum, serta rehabilitasi bagi pengguna.
Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi lintas sektor dengan menghadirkan langkah yang lebih konkret di kawasan rawan peredaran narkoba.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan mendasar seperti PAD, banjir, pelayanan publik, hingga pemberantasan narkoba demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera," ungkap Syaufwan.
Sebelumnya, Syaufwan mengakui arah pembangunan Kota Palangka Raya selama satu tahun terakhir sudah menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari peningkatan infrastruktur, pembangunan fasilitas pelayanan publik, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta berkembangnya ekonomi kreatif dan pariwisata. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.