KALIMANTAN TENGAH — Google diam-diam menyiapkan pembaruan besar untuk widget pemutar media di Android Auto. Berdasarkan pantauan Android Authority, tampilan anyar ini sudah ditemukan di balik layar versi terbaru aplikasi Android Auto dan berhasil diaktifkan secara manual.
Sejak perombakan dasbor Android Auto pada 2023 lalu, widget pemutar media tak banyak berubah. Desain saat ini menampilkan sampul album berukuran penuh dengan tombol Play/Pause dan navigasi lagu di bawahnya. Lapisan Material 3 Expressive yang diterapkan Google pun hanya sekadar polesan visual.
Pada desain baru, pendekatannya justru dibalik. Sampul album diperkecil dan ditempatkan di tengah, dengan informasi lagu di bawahnya. Ruang yang tersisa kemudian diisi dengan deretan tombol kontrol yang lebih lengkap.
Selain tombol Play/Pause dan navigasi lagu standar, Google menambahkan tombol shuffle, repeat, serta tombol jempol ke atas (like). Dalam contoh tangkapan layar yang bocor, tombol-tombol tambahan ini muncul saat memutar lagu dari YouTube Music dan aplikasi media lain yang belum disebutkan namanya—kemungkinan Samsung Music.
Fungsi tombol tambahan ini kemungkinan besar bervariasi tergantung aplikasi. Untuk aplikasi podcast, misalnya, tombol like bisa digantikan dengan kontrol lain yang lebih relevan.
Google juga mengubah latar belakang widget. Alih-alih sampul album penuh warna, desain baru menggunakan versi sampul album yang diblur secara ekstrem. Efek ini membuat teks dan tombol kontrol lebih mudah terbaca saat berkendara—sebuah pertimbangan keamanan yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, Google belum mengonfirmasi kapan—atau apakah—desain baru ini akan dirilis secara resmi. Pola peluncuran sebelumnya menunjukkan bahwa fitur semacam ini biasanya muncul lebih dulu di versi beta Android Auto.
Masih ada sejumlah fitur lain yang juga dinantikan pengguna, seperti mode terang (light mode) yang kembali muncul dalam tangkapan layar terbaru. Beberapa pihak berspekulasi pembaruan ini bisa menjadi bagian dari perombakan besar Android Auto yang direncanakan Google tahun ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, Google juga merilis sejumlah pembaruan lain untuk Android Auto, termasuk navigasi yang dioptimalkan untuk sepeda motor. Namun, keluhan pengguna tentang integrasi Gemini di Android Auto juga belum sepenuhnya terselesaikan.
Bagi pengguna Android Auto di Indonesia, perubahan tata letak ini patut dinantikan. Tombol shuffle dan repeat yang kini lebih mudah diakses bisa mengurangi kebutuhan menyentuh layar berulang kali—sebuah peningkatan kecil yang berarti untuk keselamatan berkendara.