PALANGKA RAYA — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo secara resmi membuka Musprov VIII KADIN Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya. Kegiatan berlangsung Jumat (10 Juli 2026).
Dalam sambutannya, Edy menyebut forum ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menekankan potensi sumber daya alam dan kearifan lokal Kalteng harus dikelola secara bijaksana.
“Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi modal besar pembangunan. Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab,” ujar Edy.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko memaparkan target jangka panjang. Pihaknya menargetkan pendapatan per kapita masyarakat Kalteng bisa mencapai sekitar Rp10 juta per bulan dalam 15 hingga 18 tahun ke depan.
“Sekaligus menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 3 persen,” jelas Taufan di hadapan peserta musprov.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2025 tercatat sekitar 5 persen. Namun, angka tersebut harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas dan penurunan kemiskinan yang signifikan.
KADIN Indonesia mengusung empat pilar pembangunan ekonomi untuk mencapai target tersebut. Pertama, mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air. Kedua, memperkuat kemitraan bersama UMKM.
Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Keempat, mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Taufan menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan. Ia menilai Kalteng tidak boleh lagi hanya menjadi pemasok bahan baku mentah.
“Hilirisasi harus menjadi gerakan ekonomi bersama, mulai dari kelapa sawit, hasil hutan, hingga sektor pertambangan dan mineral,” ujarnya.
Wagub Edy Pratowo menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam pembangunan merata melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Ia mengajak dunia usaha mengawal pelaksanaan program tersebut.
“Berlandaskan falsafah Huma Betang, saya berharap KADIN terus melahirkan wirausaha yang tangguh, produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing,” kata Edy.
Tema Musprov tahun ini, “Sinergi Dunia Usaha untuk Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera”, dinilai selaras dengan visi Pemprov Kalteng. Visi tersebut mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Kalteng pada umumnya.
Melalui Musprov VIII, KADIN Kalteng juga memperkenalkan potensi investasi daerah kepada investor nasional dan internasional. Sektor yang dipromosikan mencakup agroindustri hingga perdagangan karbon (carbon trading).
Edy juga mengajak dunia usaha mendukung program prioritas nasional seperti Asta Cita Presiden, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan, dan Sekolah Rakyat.
“Saya yakin melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Kalimantan Tengah akan semakin maju, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Turut hadir Koordinator Wilayah Kalimantan KADIN Indonesia Andi Yuslim Patawari, Ketua Umum KADIN Kalteng H. Rahmat Nasution Hamka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Anang Dirjo, serta unsur Forkopimda dan pimpinan perbankan.