PULANG PISAU — Lahan seluas puluhan hektare di pinggiran Kota Pulang Pisau itu akhirnya mulai ditanami. Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan RI menjadi yang pertama membenamkan bibit ke lumpur.
Bagi warga Kelurahan Bereng, lahan ini sebelumnya hanya semak belukar. Kini, setelah melalui proses cetak sawah dan optimalisasi, area pertanian itu siap digarap secara kolektif.
Jayadikarta menegaskan bahwa kegiatan tanam bersama ini bukan acara seremonial belaka. "Ini merupakan simbol semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan para petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern," ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i.
Pemkab Pulang Pisau menargetkan produksi beras di kawasan ini bisa meningkat hingga 20 persen pada musim tanam pertama. Lahan CSR ini akan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Pulang Pisau.
Dalam sambutannya, Wabup menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Menurutnya, penyuluh tidak hanya mendampingi soal teknis budidaya, tetapi juga menjadi fasilitator inovasi dan penguatan kelembagaan petani.
"Penyuluh harus bisa mendorong petani untuk berdaya saing. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kalau sinergi terbangun, hasilnya akan terlihat," kata Jayadikarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran lintas instansi, mulai dari Pabung 1011/KLK, Kepala BRMP Provinsi Kalimantan Tengah, Direktur Polbangtan Malang, hingga Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau. Kehadiran mereka menandakan bahwa program cetak sawah rakyat ini mendapat dukungan penuh dari pusat hingga daerah.
Wabup berharap lahan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru. "Pertanian harus menjadi sektor unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkokoh ketahanan pangan daerah," pungkasnya.