KALIMANTAN TENGAH — Vivo X Fold 6 baru saja melenggang ke tahap sertifikasi di Indonesia. Perangkat dengan nomor model V2559 itu sudah terlihat di laman resmi SDPPI (Sertifikasi Perangkat Pos, Telekomunikasi, dan Informatika). Langkah ini biasanya menjadi salah satu tahapan administratif terakhir sebelum ponsel resmi dipasarkan di Tanah Air.
Berdasarkan data yang beredar saat peluncuran di China, Vivo X Fold 6 mengusung spesifikasi berikut:
Dari bocoran spesifikasi, ada beberapa poin yang jadi daya tarik utama Vivo X Fold 6.
Ketahanan Ganda (IP58 + IP59). Tidak banyak ponsel lipat yang memiliki sertifikasi ketahanan air dan debu sekomplet ini. Rating IP59 secara spesifik berarti ponsel ini dirancang tahan terhadap semburan air panas bertekanan tinggi, sesuatu yang jarang ditemukan di ponsel lipat generasi sebelumnya.
Chipset MediaTek Dimensity 9500 Super. Vivo memilih chipset MediaTek kelas atas ketimbang Snapdragon untuk varian ini. Ini menarik karena biasanya ponsel lipat flagship lebih identik dengan chipset Qualcomm. Performa chipset ini dijanjikan sangat mumpuni untuk gaming berat dan multitasking.
Hingga berita ini ditulis, Vivo Indonesia belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal peluncuran untuk X Fold 6. Sebagai gambaran, saat dirilis di China, ponsel ini dibanderol sekitar CNY 8.999 (sekitar Rp 20,5 juta) untuk varian dasar. Dengan adanya sertifikasi SDPPI, besar kemungkinan peluncuran resmi akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Kehadiran Vivo X Fold 6 akan menambah ramai persaingan ponsel lipat di Indonesia. Saat ini, segmen tersebut sudah diisi oleh Samsung Galaxy Z Fold series, OPPO Find N series, dan Xiaomi Mix Fold. Dengan chipset MediaTek yang bertenaga dan sertifikasi ketahanan yang unik, Vivo mencoba menawarkan nilai lebih yang tidak dimiliki kompetitor langsungnya.
Ponsel ini paling cocok untuk profesional muda dan penggemar teknologi yang menginginkan perangkat produktivitas sekaligus hiburan dalam format lipat. Jika harganya kompetitif, Vivo X Fold 6 bisa menjadi alternatif kuat bagi mereka yang bosan dengan dominasi ponsel lipat berbasis Snapdragon.