Sekolah Rakyat di Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Kotim: 4 Daerah di Kalteng Buka Peluang Baru bagi Guru Tidak Tetap

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 14:39:32 WIB
Sekolah Rakyat dibangun di Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur sebagai peluang baru bagi Guru Tidak Tetap.

PALANGKA RAYA — Pemerintah tengah membangun Sekolah Rakyat di empat daerah di Kalimantan Tengah. Empat wilayah yang menjadi lokasi pembangunan adalah Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi ruang baru bagi para Guru Tidak Tetap (GTT) yang selama ini mengabdi tanpa kepastian status.

GTT Diminta Tak Lewatkan Kesempatan Seleksi

Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Byran Iskandar, secara khusus menyoroti peluang ini bagi para tenaga honorer. Ia menilai, di tengah kebijakan pemerintah yang membatasi penambahan tenaga guru menjadi ASN, Sekolah Rakyat bisa menjadi alternatif jalur karier.

“Walau ada kebijakan untuk tidak ada penambahan tenaga guru menjadi ASN, saya mengimbau agar GTT ikut dalam seleksi guru untuk Sekolah Rakyat. Ini kesempatan yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Byran dalam keterangannya, Senin.

Momentum Membuktikan Kemampuan

Byran menekankan agar para GTT tidak patah semangat dengan adanya pembatasan penerimaan ASN. Justru, ia mendorong mereka untuk menjadikan momen ini sebagai ajang pembuktian kompetensi.

“Jangan sampai perubahan kebijakan membuat semangat para GTT menurun. Justru ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan dan kemampuan sebagai tenaga pendidik,” katanya.

Ia mengingatkan agar para guru honorer mulai mempersiapkan diri dari sisi kompetensi dan kelengkapan administrasi. Persiapan matang, menurut Byran, menjadi kunci untuk bisa bersaing saat proses seleksi dibuka nanti.

Manfaat Ganda: Pendidikan dan Karier Guru

Keberadaan Sekolah Rakyat dinilai membawa manfaat ganda. Selain membuka akses pendidikan bagi masyarakat di daerah, sekolah ini juga menjadi wadah bagi para guru untuk terus mengabdi dan mengembangkan diri.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Selain membuka akses pendidikan bagi masyarakat, Sekolah Rakyat juga bisa menjadi wadah bagi para guru untuk terus mengabdi dan mencerdaskan generasi muda,” pungkas Byran.

Hingga saat ini, mekanisme dan jadwal pasti seleksi guru untuk Sekolah Rakyat di Kalteng masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan daerah. Para GTT diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari dinas pendidikan setempat.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: seputarborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top