BOSTON – Suasana ruang media di Stadion Boston mendadak memanas sebelum bola sepak mula perempat final Piala Dunia 2026 antara Maroko dan Prancis. Bukan karena perdebatan taktik, melainkan pertikaian fisik antara dua awak media yang pecah di tengah konferensi pers.
Saat itu, pemain Real Madrid, Brahim Diaz, tengah menjelaskan kesiapan mental timnya menghadapi juara bertahan Prancis. Namun, pertanyaan soal mentalitas tim itu tak sempat dijawab tuntas. Keributan yang terjadi di antara para jurnalis membuat Diaz langsung menghentikan penjelasannya dan menoleh ke arah kerumunan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketika seorang jurnalis berteriak histeris kepada rekannya. “Kenapa kamu memukul saya? Kenapa kamu memukul saya? Kamu tidak boleh memukul saya!” teriaknya dengan nada tinggi, menciptakan ketegangan di ruangan yang semula hening.
Petugas media yang berada di atas panggung segera berusaha meredakan situasi. “Tuan-tuan, tolong... tenang, tolong,” ucapnya mencoba menghentikan pertikaian yang berlangsung di barisan belakang ruang konferensi. Belum ada laporan resmi mengenai identitas kedua jurnalis yang terlibat maupun penyebab pasti adu jotos tersebut.
Sesi tanya jawab dengan Brahim Diaz akhirnya dihentikan sementara untuk menstabilkan kondisi. Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana pertandingan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini atau langkah disipliner yang akan diambil terhadap para jurnalis yang terlibat.
Laga Maroko vs Prancis sendiri merupakan salah satu partai yang paling dinantikan di babak perempat final. Pertemuan ini adalah ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Prancis. Namun, kericuhan di ruang media ini justru menjadi sorotan pertama sebelum kedua tim bertanding di lapangan.
Belum ada konfirmasi apakah insiden ini akan berdampak pada akses media atau jadwal konferensi pers tim lainnya. Yang jelas, tensi tinggi pertandingan besar rupanya sudah terasa sejak di ruang wawancara.