KALIMANTAN TENGAH — Laga hidup-mati di NRG Stadium, Houston, berakhir pahit bagi Kanada. Tim asuhan John Herdman tak berkutik menghadapi agresivitas Maroko yang tampil trengginas sejak menit awal. Tiga gol tanpa balas memupus harapan Kanada untuk lolos ke babak gugur di turnamen yang mereka gelar bersama Amerika Serikat dan Meksiko.
Maroko tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan taringnya. Gol pembuka lahir melalui sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Kanada. Pertahanan Kanada yang kocar-kacir kembali kebobolan 10 menit kemudian lewat skema serangan balik cepat yang diakhiri dengan penyelesaian tenang di depan gawang.
Skor 2-0 di babak pertama menjadi pukulan telak. Kanada yang butuh kemenangan untuk menjaga asa, justru tampil tanpa ide di lini tengah. Umpan-umpan terputus dan tekanan tinggi Maroko membuat Kanada tidak bisa mengembangkan permainan.
Memasuki babak kedua, Kanada mencoba bangkit dengan memasukkan pemain depan tambahan. Namun, justru Maroko yang kembali mencetak gol lewat sundulan pemain pengganti memanfaatkan sepak pojok. Tertinggal 3-0, semangat Kanada runtuh total.
Statistik menunjukkan dominasi Maroko: 60 persen penguasaan bola dan 12 tembakan mengarah ke gawang. Kanada hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sebuah bukti betapa efektifnya pressing Maroko.
Kekalahan ini memastikan Kanada menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir dari edisi 2026. Mereka finis di dasar klasemen grup tanpa satu pun kemenangan. Bagi Maroko, kemenangan ini membawa mereka ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 2022.
“Kami tahu ini akan sulit, tetapi para pemain menunjukkan karakter yang luar biasa. Kini kami fokus ke babak selanjutnya,” ujar pelatih Maroko usai pertandingan.
Di perempat final, Maroko akan berhadapan dengan salah satu raksasa Eropa yang belum ditentukan. Sementara bagi Kanada, turnamen di kandang sendiri berakhir dengan kekecewaan mendalam.