PDIP: Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau Tak Ada Kaitannya dengan Partai, Kecuali Banteng

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:47:31 WIB
Presiden Jokowi menjalani ritual adat Lampung dengan menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan.

KALIMANTAN TENGAH — Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun, merespons santai ritual adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung, Sabtu (27/6) lalu. Dalam prosesi tersebut, Jokowi yang mengenakan pakaian adat Lampung duduk di kursi dan menginjak kepala kerbau yang terhampar di atas karpet merah.

"Oh tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu," kata Komarudin saat dihubungi, Senin (29/6).

PDIP Tegaskan Tak Ikut Campur Aktivitas Jokowi

Anggota Komisi II DPR itu menegaskan bahwa Jokowi kini hanya bagian dari masa lalu bagi PDIP. Oleh karena itu, partainya enggan berkomentar atau ikut campur terhadap aktivitas mantan presiden tersebut.

"Yang bisa menjelaskan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri," ujarnya.

Komarudin menambahkan, selama yang diinjak bukan kepala banteng, PDIP tidak akan bereaksi. "Jadi tidak perlu orang PDI Perjuangan menanggapi urusan itu. Bukan banteng. Kecuali yang diinjak kepala banteng, pasti kita berurusan," katanya.

Ritual Bukan Inisiatif Jokowi, Melainkan Tradisi Adat

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, memastikan ritual tersebut bukan atas kemauan Jokowi. Menurutnya, prosesi itu murni inisiatif masyarakat adat Lampung sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Jokowi selama menjabat presiden.

"Ritual itu bukan Pak Jokowi buat. Pak Jokowi hanya sebagai orang yang diberikan gelar tersebut," kata Bestari, Senin (29/6).

Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama yang bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan pemberian gelar adat atau muakhi telah berlangsung ribuan tahun. Ia mengatakan prosesi itu merupakan bagian dari falsafah budaya Lampung, piil pesenggiri, yang mengedepankan silaturahmi atau nemui nyimah.

"Prosesi pemberian muakhi (gelar adat) ini memang sudah berlangsung ribuan tahun lalu di Lampung. Ini adalah bagian dari penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi," ujar Mawardi.

Ritual injak kepala kerbau dalam pemberian gelar adat di Lampung bukanlah hal baru. Tradisi ini kerap dilakukan untuk menghormati tokoh nasional yang dinilai berjasa bagi daerah setempat.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top