Target Pengadaan Gabah Bulog Tembus 77 Persen, BPK Apresiasi Tata Kelola Keuangan

Penulis: Qodri Anwar  •  Senin, 15 Juni 2026 | 17:59:31 WIB
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mendampingi kunjungan BPK di Karawang.

KALIMANTAN TENGAH — Pencapaian itu disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat mendampingi rombongan BPK. Menurutnya, strategi jemput gabah langsung ke petani dan penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama mendongkrak serapan hasil panen.

“Kami akan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh hasil panen petani terserap dengan baik, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan resmi.

Apresiasi BPK atas Akuntabilitas Bulog

Slamet Edy Purnomo menegaskan, capaian 77 persen di awal Juni bukan sekadar angka. Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen Bulog dalam menjalankan mandat strategis negara secara efektif.

“BPK melihat pengelolaan keuangan negara di Bulog berjalan dengan baik dan akuntabel. Kami juga mengapresiasi capaian pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang di awal Juni ini telah mencapai sekitar 77 persen dari target yang ditetapkan,” kata Slamet.

Ia menambahkan, BPK akan terus mengawal program-program pangan strategis yang dijalankan Bulog. Tujuannya, manfaat optimal bisa dirasakan petani dan masyarakat luas.

Infrastruktur dan Serapan Panen Jadi Kunci

Kunjungan ke Karawang sekaligus meninjau kesiapan infrastruktur Bulog di lumbung padi nasional tersebut. Rizal menyebut optimalisasi gudang dan peralatan pasca-panen menjadi faktor pendukung percepatan serapan.

Dengan capaian saat ini, Bulog optimistis bisa menuntaskan target pengadaan tahun 2026. Perusahaan pelat merah itu juga yakin cadangan pangan pemerintah akan cukup kuat mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.

Pengakuan dari BPK menjadi bukti bahwa keberhasilan operasional Bulog tidak lepas dari tata kelola keuangan yang rapi. Hal ini penting mengingat Bulog mengelola dana negara dalam jumlah besar untuk menyerap gabah petani.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: agrofarm.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top