Test Drive Game Off-Road Over the Hill: Ketika Sensasi Menjelajah Alam Lebih Penting dari Target

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 23:59:01 WIB
Demo Over the Hill memberikan pengalaman off-road santai tanpa tekanan target misi.

KALIMANTAN TENGAH — Pengembang Funselektor dan Dune Casu, nama di balik Art of Rally, kembali dengan pendekatan yang tidak biasa. Lewat Over the Hill, mereka ingin membuktikan bahwa off-road tidak harus selalu penuh stres. Demo yang sudah bisa dimainkan sejak hari ini memberikan gambaran jelas: game ini adalah antitesis dari SnowRunner atau Spintires yang penuh kontrak dan misi rumit.

Mekanisme Dasar yang Mirip, Tapi Nalar Berbeda

Untuk urusan kontrol, Over the Hill tidak jauh berbeda dengan game off-road lainnya. Pemain harus menguasai tuas gigi tinggi-rendah dan penggunaan winch untuk melewati medan berat. Namun, perbedaan mendasar terasa sejak menit pertama. Tidak ada target mengangkut kayu atau menepati tenggat waktu. Anda cukup membuka peta, menandai titik menarik, dan mulai berkendara.

Yang menarik, game ini juga menyediakan alat bantu seperti jangkar untuk winch dan papan kayu yang bisa diletakkan di area licin. Semua fitur ini dirancang untuk membuat perjalanan lebih lancar, bukan untuk menambah kesulitan. Menurut pengembang, setiap peta di game ini dibuat secara manual, tanpa prosedural generasi, sehingga pemandangan terasa lebih organik dan hidup.

Performa Masih Bermasalah, Terutama di Area Rimbun

Namun, tidak semuanya mulus dalam demo ini. Masalah terbesar yang dihadapi saat pengujian adalah performa. Meskipun spesifikasi minimum hanya membutuhkan prosesor AMD Ryzen 5 2600 dan GPU GTX 1070, kenyataan di lapangan cukup mengecewakan. Dengan prosesor Ryzen 7 5800X3D dan Radeon 9070 XT, frame rate di resolusi 1440p masih sering turun drastis, terutama saat melintasi area dengan banyak pepohonan.

Menariknya, performa langsung membaik saat kendaraan keluar dari area rimbun. Hal ini mengindikasikan adanya bug pada sistem rendering vegetasi yang kemungkinan besar bisa diperbaiki lewat patch. Para pengembang pasti akan mendapat banyak data dari ribuan pemain yang mencoba demo ini, sehingga optimasi rilis penuh diharapkan lebih matang.

Pilihan Kendaraan dan Area Jelajah di Demo

Untuk demo, pemain hanya bisa menjelajahi satu dari tiga sub-area di region Kanada, tepatnya Emerald Lake yang terinspirasi dari The Valhallas di British Columbia. Area ini sengaja dipilih karena medannya relatif ramah—lembah terbuka dengan rumput tinggi dan sedikit pohon. Cocok untuk pemula yang baru belajar main game off-road.

Sayangnya, pilihan kendaraan di versi demo ini terbatas pada kendaraan sipil biasa, bukan truk besar dengan tiga as roda. Tidak ada fitur pengunci diferensial seperti di SnowRunner, tapi sistem mesinnya cukup realistis—butuh waktu sekitar 10 detik untuk membanjiri mesin jika terlalu lama di air. Pemain juga bisa bermain kooperatif bersama teman, fitur yang sudah aktif di versi demo.

Momen yang Membuat Berhenti dan Terpana

Ketika mencapai titik waypoint di ujung peta yang gelap, pemandangan yang muncul sungguh tak terduga. Puncak gunung terbuka di kedua sisi, dan danau biru jernih membentang hingga ke cakrawala. Momen seperti inilah yang menjadi daya tarik utama Over the Hill. Game off-road lain mungkin menawarkan kepuasan setelah berhasil melewati lumpur, tapi game ini memberikan kepuasan visual yang sama kuatnya.

Dengan pendekatan yang lebih santai dan visual bergaya Minecraft versi C418, Over the Hill berhasil menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar game off-road, tapi pengalaman berkendara lintas alam virtual yang benar-benar bisa menurunkan tekanan darah. Rilis penuh dijadwalkan akhir tahun ini, dan jika masalah performa bisa diatasi, game ini berpotensi menjadi alternatif segar di genre yang biasanya penuh ketegangan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top